Mataram, Kanalsumbawa – Atlet balap sepeda putri Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ni Luh Putu Udi Purnami, sempat pingsan setelah menyelesaikan pertandingan final nomor Team Time Trial (TTT) Putri pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026, Senin (20/7).
Meski sempat mendapat penanganan medis, atlet KSB tersebut dipastikan dalam kondisi stabil. Bersama rekannya, Ni Komang Dafi Aiswarya, ia berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Sumbawa Barat pada nomor Team Time Trial Putri yang berlangsung di Venue Tembolak, Mataram.
Usai melewati garis finis, Ni Luh Putu Udi Purnami dilaporkan mengalami kelelahan hingga pingsan. Petugas medis yang berjaga di arena pertandingan langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasinya menggunakan tandu menuju ruang IGD RSUP Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sumbawa Barat, Mars Anugerainsyah, mengatakan kondisi atlet tersebut segera mendapat penanganan dari tim medis Porprov.
“Ni Luh Putu Udi Purnami diduga pingsan karena kelelahan setelah menjalani laga final nomor Team Time Trial Putri. Alhamdulillah, setelah diperiksa kondisinya stabil dan hanya membutuhkan waktu istirahat,” ujar Mars kepada media.
Menurutnya, hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan tidak ada cedera serius yang dialami atlet tersebut. Kondisinya dinyatakan baik dan hanya mengalami kelelahan akibat intensitas pertandingan yang tinggi.
Mars juga memberikan apresiasi atas semangat juang kedua atlet balap sepeda putri KSB yang mampu menyelesaikan perlombaan hingga meraih medali emas untuk daerahnya.
“Saya mengapresiasi semangat juang yang luar biasa dari para atlet. Walaupun sempat pingsan karena kelelahan setelah finis, mereka tetap berhasil mempersembahkan medali emas bagi Kabupaten Sumbawa Barat. Ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang patut dibanggakan,” katanya.
Raihan medali emas dari nomor Team Time Trial Putri menjadi tambahan penting bagi kontingen Kabupaten Sumbawa Barat dalam persaingan perolehan medali Porprov XII NTB 2026.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan daya saing atlet balap sepeda KSB di tingkat provinsi, meski harus menghadapi kondisi fisik yang sangat menguras tenaga pada laga penentuan.(**)







