Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Upaya regenerasi petani dilakukan Pemerintah Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pemdes setempat menjalin kemitraan internasional dengan donatur asal Swiss melalui Program Bina Tani Sejahtera yang difasilitasi Ganesha Foundation.

Kemitraan ini menyasar kelompok usia produktif 20 sampai 43 tahun untuk dilibatkan secara serius dalam sektor hortikultura. Program dirancang berlangsung selama 12 bulan penuh dengan konsep pendampingan dari hulu ke hilir.

Seluruh komponen budidaya, seperti benih hortikultura, pupuk, hingga sarana peralatan pertanian, disediakan gratis oleh pihak donatur. Peserta tidak dibebani biaya produksi selama masa program.

Foto bersama

Pj. Kepala Desa Seloto Khairul Ikhwan menegaskan, program tersebut tidak hanya mengejar peningkatan hasil panen. Lebih dari itu, pihaknya ingin membangun kapasitas petani muda agar melek teknologi, mampu mengelola usaha tani secara modern, dan berorientasi bisnis.

“Ini adalah strategi kami untuk membuka pintu kolaborasi global. Kami tidak ingin pertanian di Seloto jalan di tempat. Dengan dukungan dari Swiss, kami ingin anak-anak muda melihat pertanian sebagai profesi yang menjanjikan dan modern,” ujar Ikhwan dalam keterangannya.

Selain bantuan sarana produksi, para peserta akan mendapatkan pelatihan intensif, pendampingan lapangan, dan penguatan manajemen usaha tani berkelanjutan.

Pemdes Seloto menaruh harapan besar pada program ini sebagai pemicu tumbuhnya wirausaha pertanian baru di tingkat desa. Dengan sinergi antara pemerintah desa, lembaga pendamping, dan donatur internasional, sektor hortikultura diproyeksikan menjadi penopang ekonomi desa.

Program Bina Tani Sejahtera diharapkan menjadi model pengembangan pertanian berbasis anak muda, sekaligus langkah konkret mewujudkan Desa Seloto yang mandiri dan berdaya saing.(If-ks)