Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mempercepat realisasi pembangunan kawasan pariwisata kerakyatan yang menjadi salah satu program prioritas daerah. Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat memimpin rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah pemangku kepentingan di Ruang Sidang Kenawa, Kantor Setda, Jumat (3/7/2026).

Rapat yang dimulai pukul 14.00 Wita itu dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Kepala Dinas Lingk8ungan Hidup, Kepala Bagian Ekonomi selaku Sekretariat Program KSB Maju Luar Biasa, serta perwakilan Dinas PUPR, DPMPemdes, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan Setda. Pertemuan difokuskan untuk mengevaluasi progres pembangunan serta menyelesaikan berbagai kendala administrasi yang masih dihadapi.

Kepala Disparpora Kabupaten Sumbawa Barat, Nurdin Rahman, menjelaskan bahwa program pariwisata kerakyatan dirancang sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan destinasi berbasis desa. Program tersebut juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan rumah tangga warga di sekitar kawasan wisata.

Menurut Nurdin, penyematan konsep KSB Maju Luar Biasa pada program tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh perangkat daerah karena target yang ingin dicapai tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Program pariwisata kerakyatan ketika diberi label luar biasa tentu menjadi tanggung jawab besar bagi kita semua untuk mewujudkan harapan Bapak Bupati,” ujar Nurdin.

Ia mengungkapkan, salah satu langkah yang telah dilakukan Disparpora adalah menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan homestay di kawasan wisata. Selain itu, pihaknya terus membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat guna menuntaskan berbagai persoalan administrasi yang masih muncul di lapangan.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul, MM, meminta seluruh OPD yang terlibat mempercepat penyelesaian seluruh perizinan dan administrasi yang berkaitan dengan lokasi pembangunan destinasi wisata di Kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Brang Ene. Ia menilai penyelesaian administrasi menjadi syarat penting agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai.

Hairul juga mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan program semakin terbatas karena saat ini telah memasuki pertengahan tahun anggaran. Oleh sebab itu, setiap instansi diminta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi vertikal yang memiliki kewenangan terhadap lokasi pembangunan.

“Segera lakukan koordinasi dengan BWS, Kementerian Kehutanan, serta seluruh pemerintah desa di Kecamatan Brang Rea dan Brang Ene. Mulai minggu depan harus sudah ada progres yang bisa kita laporkan kepada pimpinan. Program ini harus segera berjalan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegas Hairul.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap seluruh hambatan administratif dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan kawasan pariwisata kerakyatan berlangsung sesuai jadwal. Program ini diproyeksikan menjadi salah satu pengungkit ekonomi daerah dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan destinasi wisata.(**)