Taliwang, Kanalsumbawa– Pemerintah Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, menilai kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bahkan, pemerintah desa berharap masa pengabdian mahasiswa dapat diperpanjang agar berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

Hal tersebut disampaikan Penjabat (PJ) Kepala Desa Seloto, Khairul Ikhwan, S.Pd., saat diwawancarai terkait pelaksanaan program KKN UMMat di Desa Seloto. Menurutnya, salah satu program unggulan yang saat ini dilaksanakan mahasiswa adalah pembuatan peta administrasi desa yang memuat berbagai informasi penting bagi masyarakat.

Khairul Ikhwan menjelaskan, peta administrasi yang dibuat mahasiswa KKN memiliki nilai tambah dibandingkan peta desa yang telah ada sebelumnya. Selain menampilkan batas wilayah, peta tersebut juga memuat lokasi-lokasi strategis seperti fasilitas kesehatan dan sejumlah titik penting lainnya yang dapat memudahkan masyarakat maupun pemerintah desa dalam mengakses informasi.

Selain program pemetaan, mahasiswa KKN juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya membantu penanaman bibit di kebun PKK, menyusun jadwal khatib Jumat bersama pemerintah desa, mengajar mengaji kepada anak-anak, serta mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kalau sejauh ini saya lihat ada dampaknya. Mereka membantu menanam bibit di kebun PKK, ada yang membantu jadwal khatib Jumat, mengajar anak-anak mengaji, dan juga membantu kegiatan di sekolah,” ujar Khairul Ikhwan. Selasa, 15 juli 2026

Menurutnya, setiap kelompok KKN yang datang ke Desa Seloto selalu membawa gagasan dan program baru yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan KKN sering menjadi kendala dalam memaksimalkan pelaksanaan program-program tersebut.

Saat ini masa pengabdian mahasiswa KKN berlangsung sekitar 45 hari atau enam hingga tujuh minggu. Khairul Ikhwan menilai durasi tersebut masih relatif singkat untuk menyelesaikan seluruh program kerja yang telah direncanakan, terutama program yang mulai berjalan pada pertengahan masa KKN.

Karena itu, ia berharap ke depan jadwal pelaksanaan KKN dapat disesuaikan sehingga melewati peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Dengan begitu, mahasiswa dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kepanitiaan yang digelar pemerintah desa.

“Kalau bisa masa KKN itu sampai melewati tanggal 17 Agustus. Mereka bisa dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan peringatan kemerdekaan, sehingga manfaatnya bisa lebih maksimal bagi desa,” katanya.

Meski demikian, Pemdes Seloto memahami bahwa jadwal penarikan mahasiswa telah disesuaikan dengan kalender akademik perguruan tinggi. Namun, pemerintah desa berharap masukan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pada pelaksanaan KKN di tahun-tahun mendatang agar kontribusi mahasiswa bagi masyarakat dapat semakin besar dan berkelanjutan.(Nin-ks)