TALIWANG, Kanalsumbawa— Struktur ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat menjadi 14,55 persen pada 2025. Di saat yang sama, dominasi sektor pertambangan dan penggalian menurun menjadi 69,68 persen dari sebelumnya sekitar 82 persen.
Kenaikan tersebut menempatkan industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian daerah. Perubahan ini sekaligus mencerminkan mulai bergesernya struktur ekonomi Sumbawa Barat menuju sektor yang mampu menciptakan nilai tambah lebih tinggi.
Kepala BPS Sumbawa Barat, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani, mengatakan peningkatan kinerja industri pengolahan dipicu oleh mulai beroperasinya fasilitas smelter. Kehadiran industri pengolahan tersebut memberikan dampak nyata terhadap komposisi PDRB Kabupaten Sumbawa Barat.
“Industri pengolahan menanjak jauh pada 2025 karena keberadaan smelter,” ujar,Alit Rahayu Hendrayani. 4/8/26
Menurut Alit Rahayu, beroperasinya smelter tidak hanya meningkatkan kontribusi sektor industri, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah hasil tambang. Produk yang telah diolah kini bahkan telah menembus pasar ekspor.
“Hasil olahan smelter kini sudah menembus pasar ekspor luar negeri,” tambahnya.
Di tengah perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga terus mendorong pengembangan sektor-sektor di luar pertambangan. Penguatan sektor non-ekstraktif dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun struktur ekonomi yang lebih kokoh dan berkelanjutan dalam menghadapi masa pascatambang.
Selain industri pengolahan, sektor pertanian tetap memegang peran penting dalam menopang perekonomian daerah. BPS mencatat sektor ini memberikan kontribusi sebesar 3,95 persen terhadap PDRB sekaligus menjadi salah satu lapangan usaha yang menyerap banyak tenaga kerja, terutama di wilayah perdesaan.
“Pertanian menjadi salah satu sektor utama yang mau kita tumbuhkan,” tegas Alit Rahayu.
Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran turut memperkuat aktivitas ekonomi dengan kontribusi sebesar 3,37 persen. Menurut BPS, semakin beragamnya sektor penopang ekonomi akan membuat Kabupaten Sumbawa Barat lebih siap menghadapi fluktuasi harga komoditas sekaligus memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
“Penguatan sektor industri dan pertanian menjadi kunci perluasan pertumbuhan ekonomi,” pungkas Alit Rahayu.(Nin-ks)







