TALIWANG, Kanalsumbawa– Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai mematangkan rencana penyelenggaraan Car Free Night (CFN) yang akan dipusatkan di Alun-Alun Kota Taliwang. Program ini disiapkan sebagai ruang publik baru yang memadukan hiburan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pembahasan awal konsep tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul, M.M., di Ruang Rapat Gili Kenawa, Selasa (7/7). Sejumlah organisasi perangkat daerah dilibatkan untuk menyusun konsep kegiatan agar dapat berjalan efektif saat direalisasikan.

Dalam arahannya, Hairul menegaskan bahwa Car Free Night tidak boleh sekadar menjadi agenda hiburan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya melalui kerja sama seluruh perangkat daerah.

“Car Free Night harus dirancang secara kolaboratif sehingga mampu menjadi ruang publik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tegas Hairul.

Pemkab KSB saat ini masih menyempurnakan berbagai aspek teknis, mulai dari penataan lokasi, rekayasa lalu lintas, hingga mekanisme pelibatan para pelaku usaha. Langkah itu dilakukan agar pelaksanaan CFN tetap tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun akses kendaraan menuju kawasan Kemutar Telu Center (KTC).

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda KSB, Syamsul Hidayat, S.Pi., M.Si., yang memandu pembahasan, menjelaskan bahwa Car Free Night dirancang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati suasana malam akhir pekan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Ia mengatakan, konsep yang sedang disusun akan melibatkan berbagai sektor, mulai dari UMKM, pasar pangan murah, promosi hasil pertanian dan perikanan, hingga pertunjukan seni dan budaya. Kegiatan tersebut juga akan menggandeng LATS Kemutar Telu (Lembaga Adat Tana Samawa) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

Alun-Alun Kota Taliwang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena dinilai strategis dan mudah dijangkau. Pemerintah daerah juga berencana menjadikan Car Free Night sebagai agenda rutin setiap akhir pekan setelah seluruh persiapan dinyatakan siap.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum meminta seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti hasil rapat persiapan sesuai tugas masing-masing. Dengan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap Car Free Night dapat menjadi ikon ruang publik baru yang mampu menghidupkan aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya dan mendorong geliat ekonomi lokal.(**)