Kanalsumbawa, Taliwang | Meski tergolong sebagai cabang olahraga yang baru berkembang di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tim gulat menunjukkan optimisme tinggi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Pada penampilan perdananya sebagai bagian dari kontingen KSB, cabor ini menargetkan mampu menyumbangkan sedikitnya tiga medali emas.

Ketua Cabor Gulat KSB, Syarapuddin, ST, mengatakan saat ini tim diperkuat delapan atlet yang terdiri dari lima atlet putra dan tiga atlet putri. Seluruh atlet tengah menjalani program latihan intensif di Kota Mataram sebagai bagian dari persiapan akhir menjelang pelaksanaan Porprov.

Menurutnya, pemusatan latihan di Mataram dipilih karena sebagian besar atlet berstatus mahasiswa dan selama ini telah berlatih di daerah tersebut. Kondisi itu dinilai memudahkan proses pembinaan sekaligus menjaga kontinuitas program latihan yang telah berjalan.

Syarapuddin menjelaskan, target tiga medali emas bukanlah angka yang ditetapkan tanpa dasar. Dari hasil evaluasi perkembangan atlet selama masa persiapan, peluang untuk meraih lebih dari tiga emas masih terbuka apabila seluruh atlet mampu tampil maksimal saat pertandingan.

Memasuki fase akhir persiapan, pola latihan mulai diarahkan pada pemeliharaan kondisi fisik dan peningkatan kesiapan teknik. Intensitas latihan tidak lagi diberikan secara berlebihan agar atlet tetap bugar dan terhindar dari risiko cedera menjelang pertandingan.

Foto : Ketua Cabor Gulat KSB, Syarapuddin, ST,

Ia mengungkapkan, terdapat beberapa atlet yang diproyeksikan menjadi tumpuan perolehan medali emas. Salah satunya atlet putri asal Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, yang selama ini menunjukkan perkembangan cukup menjanjikan dalam setiap sesi latihan.

Sebagai cabang olahraga yang masih dalam tahap pengembangan di KSB, gulat menghadapi tantangan terbatasnya jumlah atlet lokal yang telah memiliki pengalaman bertanding. Karena itu, pada Porprov kali ini tim diperkuat sejumlah atlet berpengalaman yang sebelumnya pernah membela daerah lain.

Langkah tersebut, kata Syarapuddin, menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkenalkan olahraga gulat di tengah masyarakat sekaligus membangun fondasi prestasi. Setelah Porprov, pihaknya berencana memperluas pembinaan dan menjaring bibit-bibit atlet lokal dari berbagai wilayah di KSB.

“Kami berharap ke depan lahir atlet-atlet asli KSB yang mampu menjadi ikon atau local hero cabang gulat. Porprov kali ini menjadi titik awal untuk membangun kekuatan gulat daerah secara berkelanjutan,” ujarnya kepada media ini, Selasa, 9 Juni 2026.

Di tengah keterbatasan jarak antara atlet yang berlatih di Mataram dan pengurus yang berada di KSB, koordinasi tetap dilakukan secara intensif. Dengan dukungan KONI KSB serta persiapan yang terus dimatangkan, tim gulat optimistis mampu memberikan kontribusi positif bagi kontingen KSB dalam perburuan prestasi pada Porprov NTB 2026. (Nin-KS)