Kanalsumbawa, Brang Ene | Dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam Sosialisasi Rencana Pembangunan Pariwisata Kerakyatan Tiu Suntuk di Kecamatan Brang Ene akhirnya menemukan titik temu, meski sempat berlangsung alot dan penuh dinamika.

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah ST, di Aula Kantor Desa Mura, Jumat malam (01/05/2026), menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.

Sejak awal forum, suasana diskusi berlangsung intens. Sejumlah warga, khususnya pemilik lahan di sekitar kawasan Tiu Suntuk, menyampaikan berbagai pertanyaan, kekhawatiran, hingga penolakan. Perdebatan pun tak terhindarkan, mencerminkan adanya perbedaan pandangan terkait rencana pembangunan tersebut.

Namun, situasi perlahan mencair setelah Bupati turun langsung memandu dialog. Ia menjawab satu per satu pertanyaan warga dengan pendekatan terbuka, sekaligus memberikan penjelasan menyeluruh mengenai konsep pariwisata yang akan dikembangkan.

Menurutnya, pembangunan Tiu Suntuk bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi menciptakan klaster ekonomi baru berbasis masyarakat.

“Selama ini pariwisata kita sulit berkembang karena keterbatasan konektivitas dan bukan kawasan strategis nasional. Maka kita hadirkan solusi melalui pariwisata kerakyatan yang langsung menyentuh masyarakat,” jelasnya.

Ia memaparkan, kawasan wisata tersebut akan dilengkapi jalur sepanjang 5 kilometer dengan beberapa titik pemberhentian (checkpoint) yang dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi warga.

Konsep yang ditawarkan juga tidak menghilangkan aktivitas utama masyarakat sebagai petani. Justru, sektor pertanian akan menjadi daya tarik utama dalam paket wisata yang disusun.

“Petani tetap menanam dan bekerja seperti biasa. Itu justru yang menjadi nilai jual dan wisatawan bisa melihat langsung kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Bupati juga menegaskan bahwa tidak ada skema ganti rugi lahan, karena pembangunan difokuskan pada pengembangan jalan usaha tani yang diperluas fungsinya menjadi akses wisata.

Di sisi lain, pemerintah membuka berbagai peluang ekonomi bagi masyarakat, mulai dari usaha kuliner, penyediaan fasilitas wisata, hingga pengelolaan kawasan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pendekatan dialogis yang dibangun dalam forum tersebut perlahan membuahkan hasil. Warga mulai memahami arah kebijakan yang disampaikan, hingga akhirnya tercapai titik temu antara pemerintah dan masyarakat.

Bupati menegaskan, seluruh kebijakan yang diambil bertujuan untuk kepentingan bersama, khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Brang Ene.

“Saya berharap dukungan dari masyarakat. Ini bukan untuk pemerintah, tapi untuk kita semua dan untuk masa depan ekonomi kita,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah tahapan sosialisasi, pemerintah daerah akan segera melanjutkan ke proses berikutnya.

“InsyaAllah, dua minggu ke depan kita mulai proses lelang agar program ini bisa segera berjalan dan manfaatnya cepat dirasakan,” tutupnya. (Admin01-KS)