Kanalsumbawa, Brang Ene | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis alam yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang kini disiapkan adalah pembangunan jogging track di kawasan Tiu Suntuk, Kecamatan Brang Ene. Konsep yang diusung adalah “kembali ke alam”, memadukan aktivitas olahraga, rekreasi, dan edukasi dalam satu kawasan terpadu.

Jogging track sepanjang 5 kilometer tersebut direncanakan membentang dari depan Kantor Camat Brang Ene. Pembangunannya dijadwalkan mulai direalisasikan pada tahun 2026. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si saat berdialog dengan warga di Kantor Desa Kalimantong, Rabu (29/4/2026).

Bupati Amar menegaskan, kehadiran fasilitas ini bukan sekadar menghadirkan ruang olahraga bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa konsep yang dibangun lebih menekankan pada pengalaman interaksi langsung dengan alam.

“Jogging track ini bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk menghadirkan ruang interaksi masyarakat dengan alam,” ujarnya.

Sepanjang lintasan, pengunjung akan disuguhi panorama bantaran sungai, hamparan persawahan hijau, hingga udara segar khas pedesaan. Suasana ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda dibandingkan fasilitas olahraga di kawasan perkotaan. Dengan pendekatan tersebut, kawasan ini diarahkan menjadi ruang publik yang sehat sekaligus menenangkan.

Lebih jauh, Bupati Amar menjelaskan bahwa kawasan Tiu Suntuk akan dirancang sebagai ruang edukasi terbuka. Ia mengatakan setiap titik di sepanjang lintasan akan dilengkapi dengan spot-spot menarik yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat nilai pembelajaran.

“Di sini orang tidak hanya berolahraga, tetapi juga belajar tentang lingkungan, pertanian, dan kearifan lokal. Konsep ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun pariwisata yang tidak semata berorientasi pada kunjungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengetahuan masyarakat,” katanya.

Dengan demikian, wisatawan yang datang diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih bermakna dan berkesan. Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memberi perhatian pada aktivitas utama masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Selain itu, Bupati Amar juga memastikan pembangunan jogging track tidak akan mengganggu mobilitas petani. Ia menegaskan bahwa sejumlah titik perlintasan akan disiapkan agar alat dan mesin pertanian tetap dapat beroperasi dengan lancar.

“Pariwisata harus berjalan seiring dengan pertanian, tidak boleh saling mengganggu,” tegasnya. Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi baru dan keberlanjutan sektor tradisional masyarakat.

Antusiasme warga pun mulai terlihat seiring rencana pembangunan tersebut. Salah seorang warga Desa Kalimantong, Faisal Usman, menilai kehadiran kawasan wisata ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Ia menyebut potensi usaha seperti kuliner, jasa parkir, hingga penjualan produk lokal akan tumbuh seiring meningkatnya kunjungan.

Dipilihnya Kecamatan Brang Ene sebagai lokasi pengembangan bukan tanpa pertimbangan. Kawasan ini dinilai masih memiliki keaslian alam yang terjaga, sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata kerakyatan.

Dengan konsep yang mengintegrasikan olahraga, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Tiu Suntuk diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata Sumbawa Barat yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. (Admin01-KS)