Sumbawa Barat ( Kanalsumbawa ) | Kabupaten Sumbawa Barat kembali mencatatkan capaian yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan daerah. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, realisasi pendapatan daerah pada Tahun Anggaran 2025 berhasil menembus angka Rp2,881 triliun atau mencapai 150,48 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,915 triliun.

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak Kabupaten Sumbawa Barat berdiri. Angka itu diungkapkan Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (8/6/2026).

Dalam pemaparannya, Amar menegaskan bahwa lonjakan pendapatan daerah tidak terjadi secara instan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam mengoptimalkan berbagai sumber penerimaan, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan keuangan di tengah dinamika pembangunan yang terus berkembang.

Kinerja fiskal yang impresif itu juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Kabupaten Sumbawa Barat berhasil meraih APBD Award dari Kementerian Dalam Negeri atas capaian realisasi pendapatan daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang dinilai mampu menunjukkan tata kelola keuangan daerah yang semakin baik.

Tak hanya mencetak rekor pendapatan, Pemkab Sumbawa Barat juga kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Tahun Anggaran 2025. Prestasi tersebut menjadi yang ke-12 kali diraih secara berturut-turut, menegaskan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.

Dari sisi belanja daerah, realisasi anggaran mencapai Rp2,059 triliun atau 92,09 persen dari total anggaran sebesar Rp2,236 triliun. Sementara itu, penerimaan pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp332,8 miliar atau 100,36 persen dari target yang telah ditetapkan dalam APBD.

Menurut Amar, capaian keuangan daerah bukan sekadar deretan angka dalam laporan pertanggungjawaban. Kinerja tersebut menjadi fondasi utama untuk memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu program unggulan yang telah berjalan selama setahun terakhir adalah Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju).

Program tersebut tercatat telah menjangkau 50.133 kepala keluarga dengan total 116.934 penerima manfaat. Berbagai layanan yang diberikan mencakup sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, pertanian, peternakan, perikanan, pengembangan UMKM hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain pendapatan yang meningkat signifikan, kondisi aset daerah juga menunjukkan tren positif. Hingga 31 Desember 2025, nilai aset Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tercatat mencapai Rp4,611 triliun atau bertambah Rp726,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, nilai ekuitas daerah meningkat menjadi Rp4,597 triliun atau tumbuh 19,67 persen. Dengan capaian tersebut, Pemkab Sumbawa Barat optimistis dapat memperkuat kualitas pelayanan publik dan mempercepat terwujudnya visi pembangunan menuju KSB Maju Luar Biasa melalui kolaborasi yang terus terjaga antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.( Nin-ks )