TALIWANG, KanalSumbawa— Peluang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memasok kebutuhan industri tambang mulai terbuka. Namun, kesempatan tersebut masih terbentur satu persyaratan utama, yakni kepemilikan Certificate of Analysis (CoA) atau sertifikat hasil uji laboratorium yang menjamin keamanan pangan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KSB, Suryaman, mengatakan penyedia jasa katering Umara yang menjadi mitra PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) pada prinsipnya siap menyerap berbagai produk olahan UMKM lokal. Meski demikian, setiap produk yang dipasok harus lebih dahulu memenuhi standar keamanan pangan melalui sertifikat CoA.

“Penyedia catering siap mengambil produk UMKM asal mengantongi sertifikat CoA,” kata Suryaman, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, penerbitan CoA tidak hanya sebatas melengkapi dokumen administrasi. Setiap produk harus melalui pengujian laboratorium terhadap sejumlah parameter keamanan, termasuk kandungan bakteri dan potensi cemaran logam berat, terutama untuk produk olahan berbahan baku hasil perikanan.

“Pemeriksaan produk perikanan memerlukan fasilitas pengujian indikator bakteri dan logam berat,” ujarnya.

Suryaman menjelaskan, keterbatasan fasilitas laboratorium menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM di KSB. Berdasarkan hasil penelusuran lintas organisasi perangkat daerah, hingga saat ini belum terdapat laboratorium di Nusa Tenggara Barat yang mampu melakukan pengujian produk olahan hasil laut secara lengkap. Laboratorium yang tersedia di Mataram baru melayani pengujian terhadap produk olahan daging unggas.

“Fasilitas laboratorium di Mataram belum memiliki peralatan pengujian produk laut secara utuh,” jelasnya.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pelaku UMKM belum dapat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk memasok produk ke penyedia jasa katering mitra AMMAN. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mencari alternatif agar proses sertifikasi dapat segera dipenuhi.

Melalui koordinasi dengan Dinas Perikanan KSB, pemerintah daerah menemukan laboratorium terakreditasi di Provinsi Bali yang memiliki fasilitas lengkap untuk melakukan pengujian produk olahan hasil laut. Temuan ini menjadi langkah awal untuk mempercepat proses sertifikasi bagi produk-produk unggulan UMKM KSB.

Menindaklanjuti hal tersebut, Sekretaris Daerah KSB menginstruksikan agar pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan laboratorium di Bali. Skema tersebut diharapkan mampu mempermudah proses pengujian sekaligus membantu pembiayaan sertifikasi sehingga tidak menjadi beban bagi pelaku UMKM.

“Pemerintah daerah siap memfasilitasi pengujian sampel agar produk lokal terakomodasi satu pintu,” tutur Suryaman.

Fasilitasi itu akan diprioritaskan bagi berbagai produk olahan yang memiliki peluang masuk ke rantai pasok industri, seperti bakso ikan, nugget ikan, hingga sambal sesetan. Selain itu, Diskoperindag bersama Dinas Pertanian juga menyiapkan tenaga juru sembelih halal untuk melengkapi dokumen pendukung yang dipersyaratkan.

Dengan dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap semakin banyak produk UMKM yang memenuhi standar keamanan pangan dan mampu bersaing sebagai pemasok bagi penyedia jasa katering mitra PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Langkah ini diharapkan tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal di sektor industri.(nin-ks)