TALIWANG, Kanalsumbawa– Di tengah tekanan fiskal yang masih dihadapi sejumlah pemerintah daerah di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan kondisi keuangan daerah tetap stabil. Stabilitas tersebut menjadi fondasi bagi pemerintah daerah untuk menjaga pelayanan publik, memenuhi kewajiban kepada aparatur, serta melanjutkan berbagai program pembangunan sesuai kemampuan keuangan daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat, Dedy Damhudy M. Khatim, mengatakan kondisi fiskal daerah hingga saat ini masih berada pada jalur yang sehat. Menurutnya, kebijakan Bupati Sumbawa Barat dalam mengelola keuangan daerah secara disiplin dan terukur menjadi salah satu faktor yang menjaga keseimbangan fiskal di tengah dinamika ekonomi yang dihadapi pemerintah daerah.
“Alhamdulillah sejauh ini fiskal daerah masih on the track. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sejumlah daerah, kondisi fiskal Kabupaten Sumbawa Barat masih cukup sehat,” ujar Dedy saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, kesehatan fiskal tersebut tercermin dari tetap terjaganya berbagai layanan pemerintahan. Kewajiban pemerintah terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga tenaga yang bekerja berdasarkan Surat Keputusan (SK) kegiatan masih dapat dipenuhi sesuai kemampuan anggaran daerah.
Menurut Dedy, kemampuan memenuhi berbagai kewajiban tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran daerah berjalan sesuai perencanaan. Dengan ruang fiskal yang tetap terjaga, pemerintah memiliki keleluasaan untuk membiayai program prioritas tanpa mengabaikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Ia mencontohkan, pemerintah daerah masih dapat mengakomodasi tenaga pendukung pelayanan di berbagai sektor, termasuk petugas pemungut retribusi persampahan yang berperan dalam menjaga layanan kebersihan. Keberlangsungan dukungan terhadap tenaga pelayanan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kondisi fiskal daerah masih berada dalam kategori sehat.
Lebih lanjut, Dedy turut meluruskan informasi yang berkembang mengenai rencana penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat pada Bank NTB Syariah. Ia menegaskan, angka Rp400 miliar yang berkembang di masyarakat bukan merupakan dana yang dialokasikan sekaligus, melainkan akumulasi kebutuhan penyertaan modal yang direncanakan secara bertahap dalam beberapa tahun.
Ia menjelaskan, setiap penyertaan modal akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah dan hanya dapat direalisasikan setelah melalui pembahasan serta memperoleh persetujuan DPRD. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah daerah memastikan kebijakan investasi tetap berjalan tanpa mengganggu pembiayaan pelayanan publik maupun program pembangunan yang menjadi prioritas.
Dedy menilai pemahaman yang utuh mengenai mekanisme tersebut penting agar masyarakat tidak keliru memaknai kebijakan penyertaan modal pemerintah daerah. Menurutnya, investasi daerah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas, sekaligus mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kapasitas keuangan daerah.
Ia menegaskan, menjaga kesehatan fiskal bukan hanya berkaitan dengan keseimbangan anggaran, tetapi juga menyangkut kemampuan pemerintah daerah menghadirkan pelayanan yang berkelanjutan kepada masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan keuangan akan terus disusun secara terukur agar keseimbangan antara pembangunan, pelayanan publik, dan investasi daerah tetap terjaga.
Dengan kondisi fiskal yang dinilai masih sehat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat optimistis berbagai program prioritas dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Pemerintah juga berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai setiap kebijakan pengelolaan keuangan daerah sehingga tercipta pemahaman yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap arah pembangunan daerah.(nin-ks)







