TALIWANG, Kanalsumbawa – Pemerintah Desa Batu Putih tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Taliwang Tahun 2026 yang akan resmi dibuka pada Selasa malam, 23 Juni 2026. Perhelatan keagamaan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat karena untuk pertama kalinya Desa Batu Putih dipercaya menjadi tuan rumah MTQ kecamatan dalam wilayah administrasi desa yang ada saat ini.

Kepala Desa Batu Putih, Sahriluddin, mengatakan berbagai persiapan terus dilakukan menjelang pembukaan. Hingga Senin (22/6/2026), kesiapan penyelenggaraan kegiatan diperkirakan telah mencapai sekitar 90 persen.
Ia menjelaskan, terdapat perubahan pola pendanaan MTQ tingkat kecamatan pada tahun ini. Jika pada pelaksanaan sebelumnya anggaran kegiatan bersumber dari APBDes desa yang ditunjuk sebagai tuan rumah, maka pada MTQ 2026 pembiayaan sepenuhnya berasal dari APBD Kabupaten Sumbawa Barat melalui DPA Kecamatan Taliwang.
Perubahan tersebut dilakukan mengingat kondisi keuangan desa yang tidak lagi sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar alokasi Dana Desa saat ini diarahkan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga kemampuan desa untuk membiayai kegiatan skala kecamatan menjadi terbatas.
“Anggaran kegiatan tahun ini langsung dari kecamatan. Pemerintah desa lebih fokus menyiapkan lokasi pelaksanaan, sarana pendukung, serta menggerakkan partisipasi masyarakat melalui gotong royong agar kegiatan dapat berjalan lancar,” ujar Sahriluddin saat diwawancarai, Senin (22/6/2026).
MTQ tingkat Kecamatan Taliwang yang di ikuti 419 peserta ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari serta kafilah dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Taliwang. Kehadiran peserta dan tamu undangan diharapkan dapat menghadirkan suasana religius sekaligus mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat.
Bagi warga Batu Putih, kepercayaan sebagai tuan rumah memiliki arti tersendiri. Meski secara historis MTQ kecamatan pernah digelar di wilayah Batu Putih ketika Desa Lamunga masih menjadi bagian dari desa tersebut, pelaksanaan tahun ini menjadi yang pertama sejak adanya pemekaran wilayah administrasi.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga yang bergotong royong menyiapkan arena utama, membersihkan lingkungan, hingga membangun berbagai fasilitas penunjang. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi modal penting dalam menyukseskan agenda keagamaan tahunan itu.
Sahriluddin berharap penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Harapan kami, melalui MTQ ini silaturahmi masyarakat semakin erat, keimanan meningkat, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda,” katanya.
Dengan persiapan yang hampir rampung dan dukungan penuh masyarakat, Desa Batu Putih optimistis dapat menjadi tuan rumah yang baik serta menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang khidmat, meriah, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta maupun tamu yang hadir.(**)







