Kanalsumbawa, Poto Tano | Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di kawasan Simpang Tiga Tugu Kemutar Telu, Kecamatan Poto Tano, Selasa (2/6/2026), sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Situasi memanas saat sejumlah peserta demonstrasi berupaya bergerak lebih dekat menuju kawasan Pelabuhan Poto Tano. Langkah tersebut mendapat penghalangan dari aparat kepolisian yang telah melakukan pengamanan di sekitar area pelabuhan, sehingga sempat terjadi aksi saling dorong antara kedua pihak.
Massa aksi meminta diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dengan jarak yang lebih dekat ke gerbang utama pelabuhan. Mereka menginginkan lokasi penyampaian pendapat berada sekitar 300 meter dari pintu masuk pelabuhan, sebagaimana menurut mereka pernah diterapkan dalam kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski sempat terjadi gesekan di lapangan, kondisi tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar. Aparat keamanan segera melakukan langkah-langkah pengendalian sehingga situasi dapat kembali kondusif dan kegiatan penyampaian aspirasi tetap berlangsung.
Upaya meredakan ketegangan dilakukan langsung oleh Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain yang turun menemui para peserta aksi. Dalam dialog bersama koordinator lapangan dan perwakilan massa, Kapolres mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban serta mencari solusi agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan aman.
Pendekatan persuasif dan dialogis yang dilakukan kepolisian berhasil menjaga situasi tetap terkendali. Hingga aksi berlangsung, demonstrasi berjalan di bawah pengawasan aparat keamanan dengan kondisi yang relatif aman dan tertib, sehingga aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan tanpa mengganggu stabilitas keamanan di kawasan Pelabuhan Poto Tano.(Nin-ks)







