Kanalsumbawa, SUMBAWA BARAT — Proses lelang proyek pembangunan kawasan wisata Jogging Track Brang Ene di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menarik perhatian besar dari kalangan kontraktor. Tercatat sebanyak 42 perusahaan ikut bersaing dalam tender proyek strategis bernilai sekitar Rp11 miliar tersebut.
Berdasarkan data yang ditampilkan pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), dari puluhan peserta yang mendaftar, hanya sembilan perusahaan yang berhasil lolos ke tahap penawaran harga setelah melewati proses evaluasi administrasi dan teknis oleh panitia lelang.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) KSB, Rahadian, S.Pd., M.Si., mengatakan hasil penetapan pemenang tender dijadwalkan diumumkan pada Jumat, 22 Mei 2026.
“Besok lelang jogging track akan ada hasil. Pengumuman pemenang itu jam 16.00 sampai 18.00 keluar pemenangnya,” ujar Rahadian, Kamis, 21 Mei 2026. Kepada media kanal sumawa
Menurutnya, proses lelang dilakukan secara terbuka dan kompetitif agar perusahaan yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target pemerintah daerah.
Dari sembilan perusahaan yang masuk tahap penawaran, nilai tawaran tercatat berada pada kisaran Rp6,5 miliar hingga Rp7 miliar. Beberapa perusahaan yang masuk daftar penawaran teratas di antaranya SEXY ROAD INDO, CV Putra Melayu, dan PT Raflesia Jaya.
Pemkab Sumbawa Barat menargetkan proses tender dapat segera rampung agar pekerjaan fisik bisa dimulai tahun ini. Kehadiran jogging track tersebut diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di tengah upaya diversifikasi ekonomi pasca menurunnya aktivitas tambang.
Rahadian menjelaskan, pembangunan jogging track tidak memerlukan proses pembebasan lahan karena jalur yang digunakan memanfaatkan Jalan Usaha Tani (JUT) yang sudah tersedia sebelumnya.
“Jalur yang ada akan diperbaiki dan ditata agar lebih nyaman digunakan masyarakat, tanpa mengubah status kepemilikan lahan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang bagi desa-desa sekitar untuk mengembangkan kawasan penunjang ekonomi di sepanjang jalur wisata tersebut. Namun, fasilitas usaha yang dibangun nantinya diwajibkan berdiri di atas tanah milik desa guna menghindari potensi sengketa lahan di masa mendatang.
Adapun akses jalan yang dibangun nantinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan ringan, sepeda motor, dan kendaraan roda tiga, sehingga kawasan tetap ramah bagi pejalan kaki dan aktivitas olahraga.
Setelah pemenang lelang ditetapkan, dinas terkait akan melanjutkan tahapan pemeriksaan administrasi akhir sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Pemkab KSB berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai jadwal agar proyek strategis tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan diresmikan bertepatan dengan Hari Lahir Kabupaten Sumbawa Barat (Harlah KSB) tahun ini. (Nin-ks)







