TALIWANG, Kanalsumbawa – Kebakaran melanda asrama lama Polres Sumbawa Barat (KSB) di kawasan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Rabu (10/6/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut meski tujuh kamar yang dihuni anggota polisi dan keluarganya berada di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat menerima laporan kebakaran pada pukul 13.37 WITA. Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar area kejadian.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Sumbawa Barat, Abdul Razak, mengatakan informasi kebakaran diterimanya sesaat setelah menghadiri rapat paripurna DPRD.
“Saya menerima telepon terkait kebakaran siang hari setelah acara paripurna dewan,” ujarnya.
Menurut laporan tim di lapangan, bangunan yang terbakar merupakan mes atau asrama lama Polres KSB yang bentuknya menyerupai kontainer. Bangunan tersebut memiliki delapan kamar, dengan tujuh kamar di antaranya masih berpenghuni.

“Mes lama yang seperti kontainer itu yang terbakar. Informasi dari tim, ada delapan kamar dan tujuh kamar berpenghuni,” jelasnya.
Petugas Damkarmat kemudian melakukan upaya pemadaman dan pelokalisiran api hingga kobaran berhasil dikendalikan. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa.
“Sampai saat ini tim masih berada di lokasi melakukan pendinginan,” katanya.
Meski kebakaran menyebabkan kerusakan pada bangunan, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
“Untuk korban jiwa tidak ada,” tegas Abdul Razak.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim Damkarmat bersama pihak kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui sumber api dan penyebab pasti kebakaran.
“Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Kami akan melakukan olah TKP terlebih dahulu untuk mengetahui sumber api dan penyebab terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Selain menyelidiki penyebab kebakaran, petugas juga masih melakukan pendataan terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kejadian hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan oleh pihak berwenang.(Nin-ks)







