Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa Barat mulai memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menjalin silaturahmi dan koordinasi dengan Polres Sumbawa Barat di Mapolres Sumbawa Barat, Selasa (4/8/2026).

Rombongan DPMD KSB dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, H. Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menghadapi Pilkades Serentak yang akan digelar di 21 desa di Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam kesempatan itu, H. Abdul Hamid memaparkan secara rinci tahapan penyelenggaraan Pilkades 2026, mulai dari pembentukan panitia pemilihan, pendaftaran bakal calon, proses verifikasi administrasi, masa kampanye, pemungutan suara hingga penetapan kepala desa terpilih. Menurutnya, seluruh tahapan harus dipersiapkan secara matang agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain membahas tahapan teknis, DPMD juga menyampaikan hasil pemetaan awal terhadap potensi kerawanan yang berpeluang muncul di masing-masing desa. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif guna mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga strategi pengamanan dapat disusun lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami memohon dukungan dan sinergi dari Polres Sumbawa Barat dalam mengawal setiap tahapan Pilkades. Harapan kami, seluruh proses dapat berjalan aman, damai, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” ujar H. Abdul Hamid.

Kapolres Sumbawa Barat menyambut positif inisiatif koordinasi yang dilakukan DPMD. Menurutnya, komunikasi sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah potensi konflik dan menjaga stabilitas keamanan selama proses demokrasi berlangsung di tingkat desa.

“Kami siap mendukung penuh pengamanan Pilkades Serentak 2026. Personel akan disiapkan sesuai kebutuhan, disertai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Keamanan Pilkades merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen,” tegas Kapolres.

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi juga berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi melalui koordinasi rutin, pertukaran informasi, serta pemantauan lapangan secara bersama. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan langkah pencegahan yang cepat apabila muncul dinamika yang berpotensi mengganggu jalannya Pilkades.**