Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — Namanya Alia Zulfa. Siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Sumbawa Barat ini mungkin belum banyak dikenal luas. Namun pekan ini, dari sebuah madrasah yang berdiri di kaki perbukitan, namanya menjadi perbincangan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat. Ia menjadi satu-satunya wakil MTsN 2 KSB, sekaligus salah satu dari 32 peserta yang dipercaya mewakili daerah menuju Jambore Nasional di Cibubur, Jakarta.
Di balik keberangkatan itu, tersimpan kisah sederhana tentang kerja keras, ketekunan, dan doa orang tua. Alia merupakan putri dari Rusdi, warga Dusun Sedong Atas, Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk. Dari lingkungan desa yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, Alia tumbuh dengan semangat belajar dan berorganisasi yang kuat.
Perjalanan Alia tidak datang secara tiba-tiba. Sejak menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah hingga kini duduk di bangku kelas IX, ia dikenal konsisten menunjukkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.Konsistensi itulah yang akhirnya mengantarkannya lolos mewakili MTsN 2 Sumbawa Barat ke ajang kepramukaan tingkat nasional sebuah capaian yang menjadi sejarah baru bagi madrasah tersebut.

Pelepasan yang Sederhana, Maknanya Tidak Sederhana
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti acara pelepasan peserta jambore di lingkungan MTsN 2 Sumbawa Barat.
Kepala madrasah, Hamzanwadi, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena acara dilaksanakan secara sederhana.
“Meskipun sederhana, namun tidak menghilangkan esensi dan makna dari acara pelepasan ini,” ujarnya mewakili keluarga besar MTsN 2 Sumbawa Barat.
Kesederhanaan itu justru menjadi latar yang kontras dengan besarnya harapan yang dititipkan kepada Alia. Hadir langsung dalam pelepasan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat, H. Lalu Suhaili Fathanah, S.Pd., menyebut momen ini sebagai bukti bahwa letak geografis bukan penghalang untuk berprestasi.
“Kendatipun sekolah ini berada di bawah bukit, namun pancarannya sampai nasional,” katanya.
Kalimat itu seakan menggambarkan perjalanan Alia. Dari Dusun Sedong Atas di Desa Kelanir, dari sebuah madrasah di kaki bukit, seorang anak mampu menembus panggung nasional. Prestasi tidak selalu lahir dari tempat yang besar, tetapi dari ketekunan yang dipelihara setiap hari.
Beban di Pundak Satu Anak
Suhaili Fathanah menegaskan, keberangkatan Alia bukan sekadar perjalanan seorang siswi ke Cibubur, melainkan representasi nama baik daerah di tingkat nasional. Di sana, ia akan bergabung dengan ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Indonesia.
“Di pundaknya semua akan dinilai dan ditampilkan di Jamnas nanti. Harus betul-betul bisa membawa nama baik, bahkan menjadi duta,” pesannya.
Kepada para siswa lain yang belum mendapat kesempatan, ia berpesan agar terus belajar dan berlatih.Sementara Alia diharapkan mampu menularkan pengalaman dan semangatnya kepada teman-teman sepulang dari jambore nanti.

Bukan Prestasi yang Berdiri Sendiri
Keberangkatan Alia menjadi puncak dari rangkaian capaian MTsN 2 Sumbawa Barat sepanjang Januari hingga Juli 2026. Madrasah ini meraih Harapan III LKBB tingkat provinsi, peringkat IV Festival Seni dan Sastra tingkat kabupaten, Juara I dan II Olimpiade Bahasa Arab tingkat kabupaten, sejumlah gelar pada LKBB se-Pulau Sumbawa, hingga Juara III Panjat Tebing tingkat kabupaten.
Kepala Kantor Kemenag KSB menyebut deretan prestasi itu lahir dari kerja bersama, bukan hasil perjuangan satu orang.
“Ini semua hasil perjuangan secara kolektif atas dukungan dari teman-teman guru, terutama keluarga besar MTsN 2 Sumbawa Barat,” ujarnya.
Perjalanan madrasah ini pun belum berhenti. Hingga akhir 2026, MTsN 2 Sumbawa Barat dijadwalkan mengikuti berbagai ajang, mulai dari Olimpiade Bahasa Arab, LKBB, hingga penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.
Pagi itu, acara pelepasan ditutup dengan lafaz Bismillahirrahmanirrahim. Dari kaki bukit di Desa Kelanir, langkah kecil seorang anak bernama Alia Zulfa pun dimulai—membawa harapan orang tua, kebanggaan madrasah, dan nama Sumbawa Barat menuju panggung nasional.**






