Sumbawa Barat | Haji Lukman Baharun, nama yang tidak asing di dunia pertambangan rakyat di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dikenal sebagai sosok pengusaha sukses dan dermawan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
Pria kelahiran Sampir ini meniti kariernya dari bawah hingga mampu sukses menjadi pengusaha di bidang pertambangan rakyat. Haji Lukman Baharun lahir di Kelurahan Sampir, 15 Maret 1967 sekitar 58 tahun silam merupakan sosok pengusaha yang mampu menunjukkan bahwa kesuksesan tidak membuat seseorang lupa akan asal-usul dan kemanusiaan.
Ia meniti kariernya dari bawah, bermula dari usaha bakso dan bisnis bata merah hingga sukses menjadi pelaku usaha tambang rakyat. Saat ini namanya kian mencuat dan banyak diperbingkan masyarakat berkat kesuksesannya menggeluti usaha di bidang tambang rakyat.
Ditemui media ini, Haji Luken sapaan akrabnya menyampaikan, bahwa dengan adanya aktivitas pertambangan rakyat tersebut, telah berdampak pada berkurangnya angka kriminalitas yang terjadi khususnya di Kecamatan Taliwang.
“Aktivitas penambangan emas tanpa ijin ini telah membantu meringankan tugas kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Kita akui atau tidak, angka kriminal didaerah kita menurun sejak adanya tambang rakyat,” jelas Haji Luken.
Oleh karena itu, Haji Luken berharap, Pemerintah hadir sebagai pembawa solusi agar pertambangan emas tanpa izin ini terus berjalan. Karena harus diakui bahwa beliau menambang dalam wilayah konsesi milik perusahaan yang mengantongi izin resmi dari pemerintah. Dukungan dari semua pihak dan semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar tambang emas ini bisa terus beraktivitas tanpa harus menimbulkan gesekan yang merugikan.
”Yang kami minta, pemerintah carikan solusi terbaik agar pertambangan ini terus berjalan. Sebab, akan banyak warga yang kehilangan pekerjaan, jika tidak ada tambang rakyat ini,” cetusnya.
Kejelian H. Luken dalam melihat peluang bisnis penambangan rakyat dimulai sejak tahun 2011. Ia memberanikan diri menginvestasikan modalnya untuk menggeluti bisnis tambang rakyat.
“Saya mulai terjun dan menjadi pelaku usaha tambang pada tahun 2011 dengan niat mendirikan pondok pesantren. Alhamdulillah pondok pesantren yang saya cita-citakan saat ini telah berdiri dan memiliki 19 Santri. Dari 19 Santri, ada 9 Santri digratiskan dan 2 Satri hanya ditanggung makan dan minumnya,” kata Haji Luken.
Selain itu, lanjut Haji Luken, potensi ekonomi dari kegiatan tambang rakyat atau yang lebih dikenal Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) turut menghidupi banyak masyarakat melalui berbagai rantai pasok, mulai dari penambang, penyedia alat, hingga para “pengepul” komoditas hasil tambang hingga sampai tukang ojek.
” Dari gunung Pakirum saja telah memberikan berkah bagi ribuan kepala rumah tangga mendapatkan rezeki. Hal ini tampak dari peningkatan ekonomi masyarakat yang terbilang lumayan dibanding beberapa tahun sebelumnya, serta jumlah pengangguran bisa ditekan,” paparnya.
Dengan demikian, Sosok H. Luken adalah contoh nyata bahwa keberhasilan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan untuk orang lain.
“Saya hanya menjalani apa yang menurut saya benar. Rezeki itu titipan, dan sebagian harus kembali kepada masyarakat dengan niat awal dari keuntungan bisnis tambang emas untuk mendirikan Pondok Pesantren,” tutup H. Luken dalam sebuah kesempatan.
Kini pondok pesantren Darullughah Walhikmah dibawah naungan Yayasan Lukman Baharun Kota Baru telah berdiri kokoh dan megah berkat kegigihannya dalam mengelola bisnis tambang rakyat. Pondok pesantren tersebut beralamat di Jalan Kuang Rome Lingkungan Kota Baru Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.
Semoga lebih banyak lagi tokoh seperti H. Luken yang mampu menghadirkan harapan di tengah masyarakat dan saat ini aktivitas tambang emas Haji Luken telah mempekerjakan sebanyak 90 orang. Sosok seperti Haji Luken ini menunjukkan bahwa kesuksesan dalam bisnis tambang dapat diraih melalui kerja keras, kejelian melihat peluang, dan kemampuan membangun usaha dari berbagai latar belakang. (Admin04-KN)







