Kanalsumbawa, Sumbawa Barat — Sebanyak 295 titik penerangan jalan umum (PJU) konvensional di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan mengalami kerusakan dan tidak berfungsi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Perhubungan (Dishub) KSB mengingat pentingnya lampu jalan dalam menunjang keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari.

Berdasarkan data Dishub KSB, dari total 1.620 titik lampu jalan konvensional yang tersebar di berbagai wilayah, hampir 300 titik saat ini dalam kondisi padam. Selain itu, fasilitas penerangan berbasis tenaga surya atau solar cell juga mengalami gangguan, dengan 84 unit dari total 888 titik dilaporkan tidak beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat, Suharno, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan langkah perbaikan dan pemeliharaan secara bertahap terhadap seluruh lampu jalan yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, keterbatasan anggaran dan teknis menjadi tantangan tersendiri, namun upaya pembenahan tetap menjadi prioritas.

“Perbaikan tetap kita lakukan secara bertahap sesuai kemampuan yang ada,” ujar Suharno. Selasa 19/05/2026

Ia menegaskan, keberadaan PJU sangat vital untuk mendukung keamanan masyarakat, mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, serta memberikan rasa nyaman bagi pengguna jalan yang beraktivitas pada malam hari.

Suharno juga menjelaskan bahwa meskipun sejumlah ruas jalan di KSB merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemkab Sumbawa Barat tetap berinisiatif memasang lampu penerangan di beberapa titik demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Walaupun itu kewenangan provinsi, KSB tetap memasang lampu jalan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, terkait belum adanya penerangan jalan di kawasan lingkar KTC, Dishub menyebut wilayah tersebut saat ini belum masuk dalam daftar prioritas pembangunan.

Penentuan titik pemasangan selanjutnya akan dikaji oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan di lapangan.

“Di lingkar KTC belum terpasang karena belum dianggap prioritas. Nanti Bappeda yang memilah apakah daerah itu krusial atau tidak,” jelas Suharno.

Pemerintah berharap perbaikan bertahap ini dapat segera mengurangi jumlah titik lampu jalan yang padam, sehingga fasilitas penerangan di seluruh wilayah KSB dapat kembali optimal dalam mendukung aktivitas dan keselamatan masyarakat. ( Nin.KS)