Brang Ene, KanalSumbawa, | Desa Manemeng tampaknya tidak ingin hanya menjadi penonton dalam geliat pengembangan pariwisata kerakyatan yang tengah didorong di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pemerintah desa setempat mulai menyusun langkah konkret agar sektor wisata mampu terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi warga.
Kepala Desa Manemeng, Jayadi SH, mengungkapkan bahwa berbagai masukan yang diperoleh dari kunjungan dan diskusi bersama pelaku wisata, pemerintah desa, kelompok wanita tani (KWT), UMKM hingga petani di Sembalun menjadi bekal penting untuk menyusun arah pembangunan ekonomi desa ke depan.
Menurutnya, pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Kehadiran usaha masyarakat, produk lokal, dan aktivitas ekonomi produktif harus menjadi bagian dari pengalaman yang dinikmati wisatawan saat berkunjung.
Karena itu, dalam waktu dekat Pemerintah Desa Manemeng akan melakukan pendataan sekaligus membangun komunikasi dengan para pelaku usaha yang telah lebih dulu bergerak di desa tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memetakan kekuatan ekonomi lokal yang bisa dikembangkan secara bersama.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Desa Manemeng telah menyiapkan gerai UMKM yang nantinya menjadi pusat pemasaran produk lokal. Saat ini, pemerintah desa tinggal melengkapi kebutuhan sumber daya manusia serta sarana pendukung agar gerai tersebut dapat beroperasi maksimal. Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya ekosistem wisata kerakyatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa.
“Gerai UMKM sudah kami siapkan. Tantangan berikutnya adalah memperkuat SDM, fasilitas pendukung, dan kualitas produk yang akan dipasarkan,” jelas Jayadi.
Di sisi lain, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga mendapat tugas untuk mengidentifikasi peluang usaha yang berpotensi dikembangkan. Hasil pemetaan itu nantinya akan menjadi dasar pembentukan unit-unit usaha baru yang mampu mendukung sektor wisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Jayadi melihat sektor pertanian sebagai aset terbesar yang dimiliki masyarakat Manemeng. Oleh sebab itu, ia ingin mendorong lahirnya konsep agroindustri yang menghubungkan hasil pertanian warga dengan aktivitas wisata. Melalui konsep tersebut, petani, KWT dan UMKM diharapkan menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi pariwisata.
Rencana itu akan disinergikan dengan pembangunan jogging track yang sedang dirancang di wilayah Brang Ene, termasuk di Desa Manemeng. Selain menjadi fasilitas olahraga dan rekreasi, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang promosi bagi berbagai produk unggulan desa.
Untuk mempercepat penguatan ekonomi masyarakat, Jayadi juga berharap adanya dukungan pembinaan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), terutama dalam peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Menurutnya, kemampuan manajemen usaha, pemasaran dan pengemasan produk menjadi kunci agar masyarakat mampu menangkap peluang yang muncul dari sektor wisata.(**)







