Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus mempercepat upaya mengatasi persoalan jaringan telekomunikasi di Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pembangunan infrastruktur pendukung jaringan fiber optik kini memasuki tahap penyelesaian dengan target pemulihan akses internet bagi masyarakat pada awal bulan ini.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumbawa Barat, Dedy Damhudy M. Khatim, S.P., M.Si., mengatakan proses pekerjaan di lapangan masih difokuskan pada penyelesaian pemasangan tiang penyangga kabel fiber optik. Menurutnya, pekerjaan tersebut menjadi tahapan terakhir sebelum jaringan dapat dioperasikan.
“Khusus untuk Kelanir, insyaallah awal bulan ini dalam tahap penyelesaian masalah jaringan yang lemah, masih menunggu rampung tiang FO,” kata Dedy, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan, operator telekomunikasi memilih penggunaan kabel fiber optik sebagai solusi permanen untuk meningkatkan kualitas layanan internet di wilayah tersebut. Kabel sepanjang sekitar 3,9 kilometer akan menghubungkan Desa Meraran dengan Desa Kelanir sehingga diharapkan mampu menghadirkan jaringan yang lebih stabil dibandingkan metode sebelumnya.
Dalam proyek tersebut, pemerintah daerah berperan menyediakan tiang sebagai penunjang pemasangan kabel, sedangkan instalasi jaringan dilakukan oleh pihak operator. Skema kerja sama itu dinilai menjadi langkah efektif untuk mempercepat penyediaan layanan telekomunikasi bagi masyarakat.
Dedy mengungkapkan, sebelumnya pemerintah sempat merencanakan pemasangan perangkat penguat sinyal atau repeater pada menara BAKTI. Namun rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena menara tersebut bukan merupakan aset operator yang akan mengelola jaringan.
“Awalnya kita ingin menempatkan repeater dengan memanfaatkan tower Bakti itu, tapi alasannya tower tersebut bukan aset mereka,” ujarnya.
Menurut Dedy, penggunaan repeater juga dinilai kurang efektif karena jangkauan layanannya terbatas sehingga manfaatnya tidak dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Oleh sebab itu, perangkat tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung kebutuhan jaringan di Desa Seminar Salit, Kecamatan Brang Rea.
Gangguan jaringan di Desa Kelanir sendiri telah dirasakan warga sejak menara BAKTI berhenti beroperasi pada akhir 2024 akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Dengan hampir rampungnya pembangunan tiang fiber optik, pemerintah berharap layanan internet segera kembali normal sehingga dapat mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, serta perekonomian masyarakat di desa tersebut.(Nin-ks)







