SUMBAWA BARAT, Kanalsumbawa– Pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak hanya menyasar keterampilan mekanik alat berat, tetapi juga mulai membuka arah pengembangan pada bidang teknologi informasi dan multimedia. Untuk mendukung bidang tersebut, BLK tengah menjajaki kemitraan dengan perusahaan teknologi Indosat Ooredoo Hutchison.
Kepala BLK Sumbawa Barat, Randy Darmansyah, mengatakan pembangunan tahap pertama BLK difokuskan pada dua workshop, yakni workshop jurusan alat berat serta workshop teknologi informasi dan multimedia. Kedua bidang itu menjadi bagian dari pengembangan fasilitas dan program pelatihan yang sedang dipersiapkan.
“Karena tahap satu pembangunan BLK ini berfokus pada dua workshop, yaitu workshop jurusan alat berat dan workshop teknologi informatika dan multimedia,” kata Randy.Rabu, 14/10/26
Untuk bidang mekanik alat berat, BLK Sumbawa Barat telah menjalin kemitraan dengan UT School. Sementara itu, pengembangan keterampilan digital masih dalam tahap penjajakan kerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison.
“Dan untuk pengembangan jurusan dan program teknologi informasi dan multimedia, khususnya digital skill, kami sedang membangun kemitraan dengan perusahaan teknologi global, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison,” ujarnya.
Penjajakan tersebut menjadi salah satu langkah BLK dalam menyiapkan pengembangan pelatihan di bidang teknologi informasi. Namun, bentuk program dan pelaksanaan pelatihan digital melalui kemitraan tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Di samping pengembangan program, BLK juga mempersiapkan kebutuhan peralatan pelatihan. Randy menyampaikan bahwa anggaran peralatan telah disiapkan pada 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap program yang akan dikembangkan.
“Kalau terkait dengan peralatan pelatihan, alhamdulillah di tahun 2026 ini sudah dianggarkan dan sudah disiapkan,” ungkapnya.
Kesiapan tenaga pengajar juga menjadi perhatian pihak BLK. Randy mengatakan pihaknya telah menjajaki kerja sama dengan BLK Surabaya yang berkaitan dengan kebutuhan instruktur dan dukungan lainnya untuk pengembangan pelatihan.
Menurutnya, BLK Sumbawa Barat juga telah menjajaki sejumlah mitra untuk mendukung pelaksanaan program maupun penyediaan instruktur. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan persiapan pengembangan dua bidang pelatihan pada tahap pertama pembangunan.
Dengan pengembangan workshop alat berat serta teknologi informasi dan multimedia, BLK Sumbawa Barat menyiapkan dasar bagi penyelenggaraan pelatihan dalam bidang keterampilan yang berbeda. Penguatan kemitraan, peralatan, dan instruktur menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan program tersebut.
Ke depan, pengembangan BLK diharapkan dapat menyediakan pilihan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan bidang yang dikembangkan. Meski demikian, pelaksanaan program dan manfaat yang dapat diperoleh peserta akan bergantung pada kesiapan fasilitas, bentuk kemitraan, serta program pelatihan yang nantinya ditetapkan.(Nin-ks)







