Sumbawa Barat, KanalSumbawa.— Persiapan menuju Tanah Suci tak cukup hanya memastikan dokumen dan kebutuhan keberangkatan calon jemaah haji lengkap. Kondisi kesehatan juga menjadi bekal penting yang harus dipersiapkan sejak awal. Hal ini yang kini diperkuat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Kesehatan bersama Kementerian Haji dan Umrah KSB.

Penguatan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kesehatan KSB dan Kementerian Haji dan Umrah KSB di Aula Dinas Kesehatan KSB, Jumat (21/8/2026). Kesepakatan ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji sejak masa persiapan hingga keberangkatan ke Tanah Suci.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, MMRS, MQM, mengatakan kesehatan calon jemaah perlu dipersiapkan jauh sebelum waktu keberangkatan. Menurutnya, pemeriksaan dan pemantauan sejak dini penting untuk mengetahui kondisi masing-masing calon jemaah, termasuk mereka yang memiliki penyakit atau faktor risiko tertentu.

“Penandatanganan kerja sama ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi bagaimana kita bersama-sama berinvestasi pada upaya promotif dan preventif, terutama dalam mencegah risiko kesehatan yang dapat terjadi pada calon jemaah haji,” ujar dr. Carlof.

Ia menjelaskan, aktivitas selama ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang memadai. Perubahan lingkungan serta padatnya rangkaian kegiatan di Tanah Suci membuat calon jemaah perlu memiliki kesiapan kesehatan yang baik sebelum berangkat.

Atas dasar itu, Dinas Kesehatan akan mendorong pelayanan yang mencakup pemeriksaan, pemberian informasi kesehatan, pemantauan kondisi serta tindak lanjut bagi calon jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Menurut dr. Carlof, upaya tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dan koordinasi dengan pihak terkait. Kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah diharapkan dapat memperlancar penyampaian informasi sekaligus memperkuat pendampingan kepada calon jemaah.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah KSB, H. Ardi Suzami, S.EI., MMInov., turut mengapresiasi kerja sama tersebut. Ia menilai aspek kesehatan memiliki posisi penting dalam rangkaian persiapan haji sehingga kolaborasi dengan Dinas Kesehatan diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih optimal bagi calon jemaah.

Dengan adanya kerja sama ini, edukasi kesehatan diharapkan semakin dekat dengan calon jemaah. Mereka tidak hanya diarahkan untuk memeriksakan diri ketika mengalami keluhan, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga kesehatan sebelum keberangkatan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang mengedepankan pencegahan dan deteksi dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, berbagai risiko yang mungkin muncul dapat diantisipasi dan dikendalikan.

Dinas Kesehatan KSB mengingatkan calon jemaah agar tidak menunda persiapan kesehatan. Kondisi tubuh yang prima diharapkan dapat menjadi modal bagi jemaah untuk menjalani perjalanan serta seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci secara lebih aman, nyaman dan maksimal.**