TALIWANG, Kanalsumbawa– Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempercepat upaya pemerataan akses telekomunikasi dengan menargetkan seluruh wilayah terbebas dari kategori lemah sinyal pada 2027. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil memperoleh akses komunikasi dan internet yang lebih merata guna mendukung pelayanan publik, pendidikan, ekonomi, dan pariwisata.
Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat, Dedy Damhudy M. Khatim, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026). Ia mengatakan, pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Balai Monitoring Frekuensi Radio (Balmon), BAKTI, dan sejumlah operator telekomunikasi untuk mempercepat perluasan jaringan di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sinyal.
Menurut Dedy, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan pemerintah pusat untuk memperbarui data desa-desa yang masih masuk kategori lemah sinyal. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur telekomunikasi agar penanganannya lebih tepat sasaran.
“Hingga saat ini target kami, mudah-mudahan pada 2027 KSB sudah bebas dari daerah lemah sinyal,” kata Dedy.
Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan operator mulai menunjukkan perkembangan. Setelah penguatan jaringan di Jelanger, Telkomsel berencana memperluas layanan ke Batu Putih dan Jelampar pada tahun ini. Sementara itu, Sejorong yang sebelumnya tidak masuk dalam usulan pemerintah daerah juga akan mendapat layanan melalui Combat atau BTS bergerak sebagai solusi sementara sebelum dibangun infrastruktur permanen.
Selain itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan peningkatan kualitas jaringan di Rarak Runges, Mataiyang, dan Tuananga yang saat ini masih memanfaatkan infrastruktur milik BAKTI. Diskominfo KSB terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan penyedia layanan telekomunikasi agar kapasitas jaringan di kawasan tersebut dapat ditingkatkan sehingga masyarakat dapat mengakses internet dengan lebih baik.
Dedy mengatakan, pemerataan sinyal tidak hanya bertujuan memperlancar komunikasi masyarakat. Akses internet yang memadai kini menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pelayanan pemerintahan berbasis digital, kegiatan belajar mengajar, pengembangan usaha masyarakat, hingga promosi destinasi wisata yang semakin bergantung pada konektivitas internet.
Meski demikian, upaya memperluas jangkauan jaringan masih menghadapi sejumlah tantangan. Menurut Dedy, operator telekomunikasi umumnya mempertimbangkan jumlah pengguna dan nilai ekonomis suatu wilayah sebelum membangun infrastruktur. Karena itu, Pemkab KSB berupaya mempermudah penyediaan lahan dan proses administrasi agar investasi di sektor telekomunikasi dapat berjalan lebih cepat. Ia mencontohkan pembangunan jaringan menuju Jelanger yang dapat terlaksana berkat dukungan pemerintah desa dan masyarakat yang memberikan akses penggunaan lahan.
Diskominfo KSB memastikan pemetaan wilayah yang masih mengalami lemah sinyal akan terus diperbarui sebagai dasar penyusunan prioritas pembangunan jaringan bersama pemerintah pusat dan operator telekomunikasi. Dengan pemerataan akses digital yang terus dipercepat, pemerintah berharap seluruh masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat dapat menikmati layanan komunikasi dan internet yang lebih andal pada 2027.(Nin-ks)







