Taliwang, Kanalsumbawa — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendatangi langsung puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kompleks Kematar Koetaradja (KTC), Rabu (12/8/2026).

Kunjungan dari kantor ke kantor ini dilakukan untuk mengejar target skor inovasi daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2026.

IGA Kemendagri merupakan penilaian tahunan berskala nasional yang mengukur tingkat inovasi seluruh pemerintah daerah di Indonesia, sekaligus mendorong daerah untuk terus berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik.

Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB, Indra Jaya, M.Si., mewakili Kepala BRIDA, mengungkapkan bahwa waktu yang tersisa kian sempit. Sistem aplikasi Kedeputian Kemendagri per Rabu (12/8/2026) baru mencatat dua inovasi bernilai tinggi yang terinput sempurna, sementara 29 OPD lainnya masih dalam proses melengkapi dokumen pendukung.

“Kami berkejaran dengan waktu karena batas akhir penutupan penginputan data di aplikasi Kemendagri tinggal 9 hari lagi, yaitu pada tanggal 21 Agustus mendatang,” ujar Indra.

Ia menambahkan, apabila skor tetap rendah akibat keterlambatan input, KSB berisiko turun peringkat menjadi “Kurang Inovatif” — kondisi yang menurutnya akan lebih buruk dibanding lima tahun terakhir, saat KSB konsisten bertahan di predikat “Inovatif”.

Untuk meraih predikat “Sangat Inovatif”, BRIDA harus mengantongi skor di kisaran 65 hingga 105, yang bisa dicapai lewat kontribusi 11 sampai 17 inovasi dari minimal 15 OPD aktif. Sebanyak 31 OPD diminta melengkapi 20 indikator penilaian yang dipersyaratkan.

Guna mengejar target itu, BRIDA menurunkan dua personel tim khusus, Mustamar, S.AP., dan Husnul Fuad, S.T., yang setiap hari mendampingi inovator dan operator di OPD yang pengisian datanya belum maksimal.

BRIDA juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Sekretaris Daerah KSB sejak rapat koordinasi awal, serta apresiasi kepada para kepala OPD dan tim kerja yang dinilai terus berkomitmen melengkapi data.

Predikat “Sangat Inovatif” tak hanya soal gengsi. Jika berhasil diraih, KSB berpeluang mendapat kucuran Dana Insentif Daerah (DID) dari Kemendagri senilai miliaran rupiah, yang diharapkan bisa mempercepat pembangunan daerah.

Menjelang penutupan aplikasi pada 21 Agustus, BRIDA menyatakan tetap optimistis seluruh 20 indikator dapat terpenuhi melalui kerja sama OPD dalam mengunggah data pendukung yang valid.(**)