Kanalsumbawa, Sumbawa Barat | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menargetkan seluruh desa di wilayahnya memiliki fasilitas pengelolaan sampah pada tahun 2026. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah daerah menyiapkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang akan dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB, H. Abdul Hamid, mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah hingga tingkat desa sekaligus menjawab persoalan lingkungan yang masih dihadapi sejumlah wilayah.
Menurutnya, sebanyak 51 desa akan mendapat dukungan pembangunan bank sampah baru. Sementara tujuh desa lainnya akan difokuskan pada revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang selama ini belum berfungsi secara optimal.
“Semua desa kita dorong memiliki fasilitas pengelolaan sampah. Tahun ini ada 51 desa yang akan membangun bank sampah, sedangkan tujuh desa lainnya melakukan revitalisasi TPS 3R,” ujar Abdul Hamid, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut lahir dari hasil evaluasi pemerintah daerah yang menemukan masih rendahnya efektivitas pengelolaan sampah di sejumlah desa. Bahkan, beberapa fasilitas TPS 3R yang dibangun melalui program pemerintah pusat belum mampu beroperasi sesuai harapan.
Karena itu, Pemkab KSB mengambil langkah percepatan dengan menyediakan dukungan anggaran dan pendampingan agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk pembangunan bank sampah baru, pemerintah daerah mengalokasikan bantuan sekitar Rp150 juta per desa. Dana tersebut mencakup pembangunan sarana, pengadaan peralatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga kebutuhan operasional awal.
Sementara bagi desa yang melakukan revitalisasi TPS 3R, bantuan yang disiapkan berkisar antara Rp150 juta hingga Rp200 juta.Adapun penyediaan lahan minimal dua are menjadi tanggung jawab pemerintah desa yang dapat dibiayai melalui Alokasi Dana Desa (ADD).
Selain dukungan anggaran, DPMD KSB juga akan memberikan pendampingan mulai dari penyusunan proposal, perencanaan kegiatan, hingga pelatihan pengelola. Langkah ini diharapkan mampu memastikan seluruh fasilitas yang dibangun dapat beroperasi secara optimal dan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di desa.(Nin-ks)







