Sumbawa Barat, Kanalsumbawa.– Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dinas Ketahanan Pangan KSB kembali memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan 24 kali GPM yang dipadukan dengan Gerakan Gemar Menanam (GGM) sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan KSB, Hj. Nurul Syaspri, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) ke-19. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian intervensi pasar yang dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara merata.
“Kami menyiapkan anggaran hingga 24 kegiatan sepanjang tahun. Kami menggelar GPM bergilir di seluruh kecamatan agar jangkauannya merata,” ujarnya, Selasa (28/7).
Menurut Nurul, GPM terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa persyaratan khusus. Kebijakan tersebut diambil karena dampak kenaikan harga pangan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Semua orang merasakan dampak inflasi. Tidak ada syarat khusus seperti terdaftar di DTKS. Siapa pun bisa membeli bahan pangan dengan harga terjangkau,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah memprioritaskan subsidi pada komoditas yang mengalami lonjakan harga cukup tinggi. Saat harga cabai sempat melonjak hingga sekitar Rp200.000 per kilogram beberapa waktu lalu, pemerintah menghadirkan cabai melalui GPM dengan harga Rp40.000 per kilogram. Kini, harga cabai di pasaran telah kembali stabil pada kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram.
Sementara itu, harga daging ayam berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Satgas Pangan terus melakukan pemantauan agar harga jual tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain menjaga keterjangkauan harga, Dinas Ketahanan Pangan KSB bersama tim dari Pemerintah Provinsi NTB juga rutin melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sampel berbagai komoditas pangan untuk diuji langsung di lapangan guna memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan KSB juga terus menggulirkan Gerakan Gemar Menanam (GGM) sebagai upaya jangka panjang memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap fluktuasi harga di pasar. Program ini menyasar kelompok Dasawisma di 65 desa dan kelurahan se-Kabupaten Sumbawa Barat.
Setiap kelompok Dasawisma yang beranggotakan 10 hingga 20 orang menerima bantuan sebanyak 250 bibit tanaman siap tanam yang terdiri atas cabai rawit, cabai keriting, terong bulat, terong panjang, dan tomat. Bantuan tersebut juga dilengkapi dengan benih tambahan, media semai, serta pupuk kompos.
“Harapannya, warga bisa memenuhi kebutuhan dapur dari pekarangan sendiri. Laporan warga menunjukkan sebagian tanaman cabai dan tomat bantuan sudah mulai berbuah,” ungkap Nurul.(Nin-ks)







