Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — Sebanyak 250 unit rumah baru yang masuk dalam Program KSB Maju Layanan Perumahan tahun 2026 kini memasuki tahap verifikasi calon penerima. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Sumbawa Barat, Novrizal Zain Syah, SE., M.Si., mengatakan proses verifikasi dilakukan sebelum bantuan disalurkan kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.
“Setelah verifikasi data penerima selesai, bantuan pembangunan rumah baru sebesar Rp50 juta per unit akan dicairkan,” kata Novrizal kepada wartawan.
Bantuan tersebut, lanjut dia, akan disalurkan melalui rekening Kartu KSB milik masing-masing penerima. Mekanisme itu dilakukan setelah data penerima dinyatakan memenuhi ketentuan program.
Program pembangunan rumah baru tahun ini memiliki target keseluruhan sebanyak 300 unit. Dari jumlah tersebut, 50 unit telah dialokasikan melalui APBD murni 2026 dan sebagian besar pembangunannya telah rampung.
Sementara tambahan 250 unit lainnya berasal dari APBD Perubahan. Perumahan yang dibangun melalui program tersebut tersebar di desa-desa pada seluruh wilayah kecamatan di KSB.
Novrizal mengingatkan penerima agar dana bantuan digunakan sesuai peruntukannya. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pembangunan rumah, sehingga penggunaannya harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Pelaksanaan pembangunan juga tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah. Peran Agen Gotong Royong (AGR) di setiap desa dinilai penting untuk membantu mengawal proses pembangunan sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.
“Bantuan ini sifatnya stimulus. Karena itu, keterlibatan masyarakat melalui gotong royong dan swadaya tetap dibutuhkan dalam pengerjaan rumah,” ujarnya.
Menurut Novrizal, dukungan keluarga dan warga sekitar dapat membantu penerima menyelesaikan pembangunan rumah dengan lebih baik. Gotong royong juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan yang diberikan pemerintah dapat menghasilkan hunian yang layak.
Selain pembangunan rumah, Perkim juga mempertimbangkan fasilitas pendukung berupa pemasangan meteran listrik gratis. Namun, fasilitas tersebut bergantung pada ketersediaan kuota dalam program listrik gratis KSB Maju.
“Kalau masih ada sisa kuota pemasangan meteran listrik gratis, akan kita pasangkan untuk rumah bantuan,” katanya.
Novrizal menjelaskan, anggaran pembangunan rumah baru dan pemasangan meteran listrik merupakan dua program dengan sumber anggaran yang berbeda.**







