Taliwang, Kanalsumbawar – Alun-Alun Taliwang disiapkan menjadi ruang aktivitas warga melalui rencana Car Free Night (CFN). Selain menjadi tempat masyarakat berkumpul, kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menjalankan dan memperkenalkan usahanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah KSB, Syamsul Hidayat, mengatakan konsep CFN masih dalam pembahasan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

“Yang paling penting sebenarnya UMKM dan ruang terbuka untuk interaksi sosial keluarga-keluarga. Jadi kita ingin kegiatan ini bisa memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus memberi manfaat bagi pelaku UMKM,” kata Syamsul saat ditemui, Rabu (26/8/2026).

Menurut Syamsul, CFN nantinya tidak hanya diisi kegiatan hiburan. Warga dapat memanfaatkan kawasan Alun-Alun Taliwang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sementara pelaku usaha lokal mendapat kesempatan menawarkan produk kepada pengunjung.

Keterlibatan UMKM menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam penyusunan konsep. Aktivitas usaha akan ditempatkan berdampingan dengan kegiatan warga sehingga kawasan tersebut memiliki aktivitas yang lebih beragam saat CFN berlangsung.

Untuk tahap awal, CFN direncanakan digelar satu kali dalam sebulan. Frekuensi tersebut masih dapat dievaluasi setelah kegiatan berjalan dengan melihat respons masyarakat dan perkembangan pelaksanaannya.

“Kalau memang antusiasme masyarakat tinggi dan dirasakan manfaatnya, nanti frekuensinya bisa kita lihat lagi. Intinya kita mulai dulu, kemudian kita evaluasi bagaimana respons masyarakat terhadap kegiatan ini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam akan mengoordinasikan serta memfasilitasi kegiatan. Dukungan dari OPD lainnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan di lapangan.

CFN kini diarahkan untuk mulai digelar pada Oktober 2026. Sebelumnya, kegiatan tersebut sempat direncanakan menjadi bagian dari rangkaian HUT Kemerdekaan RI, namun waktu persiapan yang terbatas membuat pelaksanaannya digeser.

“Insyaallah Oktober. Kemarin memang sempat kita rencanakan masuk sebagai rangkaian HUT RI, tapi karena persiapannya terlalu mepet, kita pilih mundur supaya persiapannya lebih panjang dan pelaksanaannya nanti bisa lebih maksimal,” kata Syamsul.

Pelaksanaan perdana nantinya akan menjadi gambaran awal bagi pemerintah untuk melihat respons warga terhadap konsep CFN. Dari sana, pelaksanaan berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan aktivitas UMKM di kawasan Alun-Alun Taliwang.(nin-ks)