Taliwang, Kanalsumbawa – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 2026 terbukti menggerakkan roda perekonomian lokal. Event budaya yang berlangsung pada 27–30 Juli 2026 ini berhasil mendongkrak omzet pelaku UMKM hingga 50 persen.

Peningkatan pendapatan tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang yang membuka lapak di Halaman Depan Masjid Agung Taliwang, lokasi pusat kegiatan. Keramaian pengunjung yang hadir sejak pagi hingga malam hari menjadi faktor utama melonjaknya transaksi.

Foto: Suasana stan UMKM pada Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat di Halaman Masjid Agung Taliwang

Jaka, salah satu pedagang cilok di area PKD, menjadi saksi dari dampak ekonomi tersebut. Ia menyebut omzet hariannya naik signifikan dibandingkan hari biasa.

“Alhamdulillah, sejak Pekan Kebudayaan Daerah berlangsung, penjualan kami meningkat sekitar 30 sampai 50 persen. Biasanya omzet harian sekitar Rp500 ribu, sekarang bisa mencapai Rp700 ribu lebih. Pengunjung ramai dari pagi sampai malam, jadi dagangan juga lebih cepat habis,” kata Jaka, Selasa (28/7/2026).

Kenaikan omzet tidak hanya dialami pedagang makanan. Pedagang minuman dan berbagai produk UMKM lainnya yang turut meramaikan area PKD juga melaporkan peningkatan penjualan yang serupa.

PKD KSB Tahun 2026 sendiri mempertandingkan dan mempertunjukkan berbagai kesenian dan kebudayaan lokal yang diikuti oleh peserta didik jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Sumbawa Barat.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pelestarian budaya harus sejalan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, setiap agenda kebudayaan yang digelar pemerintah daerah harus mampu menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi produk-produk lokal, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, PKD tahun ini tidak hanya berhasil menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Sumbawa Barat.(nin-ks)