Kanalsumbawa, Sumbawa Barat | Minat pelajar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program beasiswa daerah terus menunjukkan tren positif. Hingga awal Juni 2026, sekitar 40 peserta tercatat telah mendaftar dalam Program Beasiswa Berprestasi Jalur Kemitraan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

Program yang mulai dibuka sejak 12 Mei 2026 itu merupakan hasil kerja sama Pemkab KSB dengan tiga perguruan tinggi negeri ternama, yakni UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Agus, S.Pd., MM., menjelaskan bahwa proses pendaftaran di masing-masing kampus berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pendaftaran di UPN Veteran Yogyakarta berakhir pada 2 Juni 2026, sementara ITS Surabaya menutup pendaftaran sehari setelahnya. Adapun Universitas Airlangga masih membuka kesempatan bagi calon mahasiswa hingga 21 Juni 2026.

“Hingga saat ini jumlah pendaftar sudah mendekati 40 orang. Untuk UPN dan ITS pendaftarannya sudah ditutup, sedangkan Unair masih membuka pendaftaran sampai 21 Juni,” kata Agus, Rabu (3/6/2026).

Program beasiswa yang menjadi salah satu inisiatif Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., tersebut difokuskan pada sejumlah program studi strategis, khususnya bidang keteknikan yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah di masa depan.

Melalui jalur kemitraan ini, putra-putri KSB memiliki peluang lebih besar untuk diterima karena proses seleksi dilakukan khusus di antara peserta asal daerah. Meski demikian, perguruan tinggi mitra tetap menerapkan standar akademik dan nilai ambang batas (passing grade) guna memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima.

Selain membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, program tersebut juga dirancang sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompetitif.

Pemerintah daerah menilai kebutuhan tenaga kerja terampil akan terus meningkat seiring berkembangnya sektor hilirisasi industri dan operasional smelter di masa mendatang.

Dalam program ini, Pemkab KSB memberikan dukungan penuh berupa pembiayaan UKT atau SPP selama masa studi. Sementara biaya hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing penerima beasiswa.

Agus menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran dalam sektor industri strategis yang akan menjadi penopang ekonomi daerah ke depan.

“Ketika aktivitas pertambangan berakhir, industri pengolahan atau smelter diperkirakan tetap berjalan. Karena itu, kita harus menyiapkan SDM lokal sejak sekarang agar mampu mengisi peluang kerja yang tersedia,” tutupnya. (Nin-ks)