Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat memastikan akan memperkuat tiga layanan spesialis dalam waktu dekat. Penguatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan kebutuhan pasien berdasarkan data rujukan keluar.
Direktur RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., mengatakan pihaknya telah menyiapkan kerja sama dengan tiga dokter spesialis baru. Proses kerja sama ini sedang dalam tahap finalisasi.
Adapun tiga bidang layanan yang akan diperkuat adalah bedah onkologi untuk penanganan kanker, spesialis jantung dan pembuluh darah, serta spesialis kulit dan kelamin (SpKK). Ketiga layanan ini selama ini menjadi salah satu penyebab rujukan keluar.
Selama ini, pasien dengan kasus kanker, gangguan jantung, serta penyakit kulit dan kelamin yang kompleks masih harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. Kondisi ini dinilai memberatkan pasien dari sisi waktu, biaya, dan jarak tempuh.
Andy menyebut, proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan ketiga dokter spesialis tersebut ditargetkan berlangsung pada bulan Oktober. Jika sesuai jadwal, para dokter tersebut diharapkan bisa langsung memberikan pelayanan pada bulan yang sama.
“Untuk tiga layanan ini kita sudah siapkan. Target MoU-nya Oktober dan langsung mulai pelayanan di Oktober juga,” kata Andy.
Kehadiran tiga spesialis ini diharapkan dapat memperluas jenis kasus yang dapat ditangani di RSUD Asy-Syifa. Rumah sakit juga akan menyiapkan dukungan sarana dan prasarana penunjang agar pelayanan bisa berjalan optimal.
Meski memperkuat layanan, Andy menegaskan bahwa RSUD Asy-Syifa tidak akan memaksakan semua pasien harus ditangani di dalam daerah. Prinsip keselamatan dan kelengkapan alat tetap menjadi prioritas utama dalam pelayanan.
Rujukan tetap akan dilakukan apabila pasien membutuhkan peralatan medis atau tindakan yang belum tersedia di RSUD Asy-Syifa. Namun, jika kasus tersebut sudah bisa ditangani oleh dokter spesialis yang ada, pasien tidak perlu dirujuk.
“Dan hampir semua spesialis sudah berkomitmen bahwa kalau misalnya bisa dirawat di sini, ya tidak perlu dirujuk. Kecuali yang ada spesialisnya di Asy-Syifa tapi tidak ada alatnya di kami, itu memang bisa dirujuk, tapi angkanya sedikit sekali,” jelas Andy.
Pihak rumah sakit berharap, dengan hadirnya tiga spesialis baru ini, angka rujukan bisa ditekan lebih rendah lagi. Hal ini sekaligus menjadi komitmen RSUD Asy-Syifa untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumbawa Barat.(nin-ks)






