Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat terus membenahi data sarana, peralatan, dan sumber daya manusia (SDM) untuk menyesuaikan diri dengan sistem penilaian kompetensi rumah sakit yang diterapkan Kementerian Kesehatan.

Dari 24 layanan yang dipetakan, sebanyak 21 layanan RSUD Asy-Syifa kini telah masuk kategori kompeten.

Direktur RSUD Asy-Syifa, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., menjelaskan, sistem penilaian rumah sakit saat ini tidak lagi hanya mengacu pada pembagian tipe A, B, C atau D.

“Kalau dulu kita mengenal rumah sakit dengan tipe A, B, C atau D. Sekarang pendekatannya sudah berubah, berbasis kompetensi,” kata Andy.

Dalam sistem tersebut, kemampuan rumah sakit dikelompokkan dalam tingkatan dasar, madya, utama hingga paripurna. Penilaiannya mencakup sejumlah aspek, mulai dari layanan, sarana dan prasarana, peralatan hingga ketersediaan tenaga kesehatan.

Andy mengatakan, RSUD Asy-Syifa sebelumnya mendapatkan hasil pemetaan awal yang belum sesuai harapan. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa salah satu persoalannya berkaitan dengan kelengkapan data rumah sakit dalam sistem yang digunakan untuk pemetaan.

Karena itu, rumah sakit kemudian melakukan pembenahan data sarana dan peralatan melalui Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK).

Data peralatan tidak hanya dicatat berdasarkan jenisnya, tetapi juga harus dilengkapi dengan informasi seperti kode alat, tahun pembelian, nomor seri hingga perusahaan penyedia.

Pembenahan serupa dilakukan pada data tenaga kesehatan melalui Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK).

Menurut Andy, keberadaan dokter spesialis yang memberikan pelayanan harus tercatat dalam sistem agar dapat diperhitungkan dalam pemetaan kompetensi layanan.

“Sekarang sudah 21 layanan yang kompeten,” ujarnya.

Sementara itu, masih ada sejumlah layanan yang perlu dibenahi agar dapat memenuhi indikator kompetensi. Di antaranya layanan mata dan saraf.

Andy menjelaskan, persoalan pada layanan tersebut salah satunya berkaitan dengan pencatatan tenaga kesehatan dalam sistem.

“Kami punya dokter yang menangani layanan saraf, tetapi saat ini masih menyelesaikan pendidikan. Karena belum tercatat dalam SISDMK, layanan tersebut belum masuk kategori kompeten,” jelasnya.

Pembenahan data sarana dan SDM tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD Asy-Syifa meningkatkan kesesuaian data dengan kondisi pelayanan sekaligus memperkuat pemenuhan standar kompetensi rumah sakit.

Dengan pembenahan tersebut, rumah sakit diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan layanan sehingga kebutuhan masyarakat Sumbawa Barat terhadap pelayanan kesehatan dapat ditangani semakin banyak di daerah.**