Seloto,Kanalsumbawa. — Keterbatasan sarana belajar mengaji masih menjadi tantangan bagi sebagian santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Masjid Baiturrahman, Desa Seloto, Kecamatan Taliwang. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 52 menyalurkan bantuan Al-Qur’an dan Iqra, Selasa (29/7/2026).Bantuan yang disalurkan berupa 10 mushaf Al-Qur’an dan 15 buku Iqra. Penyerahan dilakukan secara langsung kepada pengelola TPQ sebagai upaya mendukung kelancaran proses belajar mengaji para santri.
Selama menjalankan program KKN di Desa Seloto, mahasiswa menemukan bahwa sebagian santri belum memiliki Al-Qur’an maupun Iqra pribadi. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar harus dilakukan secara bergantian, sehingga waktu belajar menjadi terbatas dan kurang optimal.
Situasi ini tidak hanya berdampak pada efektivitas pembelajaran, tetapi juga mempengaruhi semangat belajar anak-anak. Dalam beberapa kesempatan, santri harus menunggu giliran untuk membaca, sehingga proses belajar menjadi kurang maksimal.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UMMAT berinisiatif menyalurkan bantuan untuk menambah ketersediaan sarana belajar. Al-Qur’an dan Iqra yang diberikan tidak hanya digunakan oleh santri TPQ, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh jamaah Masjid Baiturrahman.

Perwakilan Pemerintah Desa Seloto, Fikri Hilman, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pembinaan keagamaan anak-anak di desa.
“Program mahasiswa KKN ini langsung dirasakan manfaatnya oleh anak-anak TPQ. Kami berharap bantuan ini dapat menambah semangat belajar serta membentuk generasi yang berjiwa Qur’ani,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang ustadzah pengajar TPQ mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam menunjang kegiatan belajar mengaji yang selama ini dihadapi dengan keterbatasan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Anak-anak menjadi lebih mudah belajar Al-Qur’an dan lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan, mahasiswa KKN juga turut terlibat dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ. Mereka membantu membimbing anak-anak dalam membaca Al-Qur’an maupun Iqra, serta mendampingi proses pembelajaran secara langsung.
Kehadiran mahasiswa memberikan suasana baru dalam kegiatan mengaji. Para santri terlihat lebih aktif, berani, dan antusias dalam mengikuti pembelajaran dibandingkan sebelumnya.
Kegiatan yang berlangsung sederhana ini mendapat respons positif dari pengelola TPQ dan masyarakat sekitar. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi Al-Qur’an di Desa Seloto.(Nin-ks)







