Sumbawa Barat, Kanalsumbawa– Penyelenggaraan upacara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kabupaten Sumbawa Barat pada 17 Desember 2026 diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melihat kedatangan tamu dari berbagai daerah dalam agenda tingkat provinsi tersebut sebagai kesempatan untuk mendorong aktivitas usaha, mulai dari penginapan, kuliner hingga transportasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul, M.M., membenarkan bahwa Pemprov NTB telah menunjuk KSB sebagai tuan rumah upacara puncak HUT ke-68 NTB. Kepastian tersebut ditindaklanjuti melalui korespondensi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.
Pelaksanaan HUT NTB juga akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) KSB yang dijadwalkan pada 20 November 2026. Rangkaian agenda tersebut menjadi kesempatan bagi daerah untuk memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota.
“Kegiatan puncak HUT NTB ini akan kita rangkaikan dengan peringatan Harlah KSB yang lebih dulu kita selenggarakan tanggal 20 November nanti,” ujar Hairul, Senin (12/10/2026).
Menurut Hairul, manfaat yang diharapkan dari kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan upacara, tetapi juga perputaran ekonomi yang berpotensi muncul dari kebutuhan para pengunjung selama berada di Sumbawa Barat.
“Yang paling penting juga ada efek berganda bagi masyarakat. Ketika banyak orang datang ke KSB, tentu mereka membutuhkan hotel, makan, transportasi dan berbagai kebutuhan lainnya. Hal ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Peluang tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada pengunjung. Kuliner khas, produk UMKM, serta jasa transportasi dan penginapan menjadi sejumlah sektor yang berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi bagi masyarakat akan bergantung pada jumlah pengunjung dan sejauh mana pelaku usaha lokal dapat mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan mereka. Karena itu, persiapan layanan dan kualitas produk menjadi aspek penting untuk diperhatikan.
Di luar peluang ekonomi, penyelenggaraan HUT NTB juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan identitas budaya Sumbawa Barat. Pengenalan tersebut diharapkan dapat memperluas perhatian masyarakat luar daerah terhadap berbagai daya tarik yang dimiliki KSB.
Hairul berharap manfaat promosi yang muncul dari kegiatan tersebut dapat berlanjut setelah seluruh rangkaian perayaan selesai.
“Dampak promosi itu kita harapkan tidak berhenti setelah rangkaian HUT NTB selesai, tetapi dapat berlanjut pada peningkatan kunjungan dan aktivitas ekonomi di KSB,” pungkasnya.(Nin-ks)







