Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat mulai merancang pola pelatihan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu yang disiapkan untuk 2027 yakni roadshow pelatihan ke desa dengan membawa keterampilan praktis, seperti pembuatan roti dan kue.
Kepala UPTD BLK Kabupaten Sumbawa Barat, Randy Darmansyah, S.IP., mengatakan gagasan tersebut disiapkan sebagai salah satu cara agar pelatihan keterampilan dapat menjangkau masyarakat yang belum memiliki kesempatan mengikuti pelatihan secara reguler di BLK.
Menurut Randy, pelatihan roti dan kue menjadi salah satu pilihan karena keterampilannya relatif mudah diterapkan. Selain dapat menjadi bekal untuk bekerja, kemampuan tersebut juga berpotensi dikembangkan masyarakat menjadi usaha mandiri.
“Baking ini cukup mudah, cepat diterapkan. Bisa untuk industri, bisa juga untuk usaha sendiri,” kata Randy.18/9/26
Untuk mendukung konsep tersebut, BLK berencana menggunakan peralatan yang mudah dibawa ke lokasi pelatihan. Oven, kompor, dan perlengkapan lainnya dapat disiapkan secara portabel sehingga proses praktik tetap bisa dilakukan ketika pelatihan digelar di desa.
Randy menjelaskan, pola pelatihan tersebut nantinya lebih diarahkan pada keterampilan praktis yang dapat langsung dipelajari dan dicoba oleh masyarakat. Durasi pelatihan juga direncanakan lebih singkat dibandingkan pelatihan reguler yang diselenggarakan di BLK.
“Misalnya kita datang ke desa, bawa oven, bawa kompor, kemudian kita latih. Setelah itu masyarakat bisa membuat sendiri,” ujarnya.
Konsep ini, kata Randy, tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar sertifikasi. Masyarakat diharapkan memperoleh keterampilan dasar yang kemudian dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, termasuk untuk mendukung kegiatan di desa maupun membuka peluang usaha.
Rencana roadshow tersebut masih dalam tahap penyusunan dan ditargetkan masuk dalam program BLK pada 2027. Teknis pelaksanaan, termasuk desa yang menjadi sasaran dan bentuk pelatihannya, masih perlu disiapkan lebih lanjut.
Selain roti dan kue, BLK juga terus menyesuaikan rencana pelatihan dengan kebutuhan masyarakat dan peluang yang berkembang di daerah. Pola pelatihan yang lebih fleksibel menjadi salah satu upaya untuk menjangkau calon peserta yang belum terakomodasi melalui pelatihan reguler.
Melalui rencana tersebut, BLK KSB ingin menghadirkan pelatihan yang tidak hanya berpusat di lingkungan BLK, tetapi juga lebih dekat dengan masyarakat. Keterampilan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun dikembangkan menjadi kegiatan usaha.(nin-ks)







