Sumbawa Barat, Kanalsumbawa— Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat pelaksanaan program KSB Sadar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan mendorong keterlibatan lintas sektor dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lima pilar sanitasi.

Penguatan tersebut dibahas dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Program KSB Sadar STBM Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Pertemuan Graha Fitra Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (2/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah Musyafirin, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat drh. Hairul, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat dr. Carlof, sejumlah kepala perangkat daerah, perwakilan Polres Sumbawa Barat, Danramil 1268 Sumbawa Barat, para camat, kepala UPTD Puskesmas serta perwakilan Agen Gotong Royong.

Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah Musyafirin menekankan pentingnya menjaga agar STBM tidak hanya menjadi kegiatan pemerintah, tetapi terus tumbuh sebagai gerakan bersama di tengah masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku hidup bersih dan sehat membutuhkan keterlibatan seluruh unsur secara konsisten.

Hanipah juga meminta perangkat daerah yang memiliki peran dalam pelaksanaan STBM untuk terus menindaklanjuti tugas masing-masing. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) diminta menyelesaikan berbagai hal yang menjadi bagian dari pelaksanaan Lomba Desa STBM.

Sementara Dinas Kesehatan didorong segera mengakselerasi inovasi KSB Sadar STBM. Persiapan menuju STBM Award 2026 diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan program dan perubahan perilaku masyarakat.

“STBM harus kita gerakkan bersama, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Ini bukan hanya tugas satu perangkat daerah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Hanipah.

Dalam penguatan lima pilar STBM, perhatian juga diberikan pada pilar keempat dan kelima, yakni pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan air limbah rumah tangga. Menurut Hanipah, kedua pilar tersebut penting untuk terus didorong agar di KSB dapat tercipta sanitasi yang aman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat drh. Hairul mengatakan, STBM merupakan program yang harus terus berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Momentum STBM Award 2026, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk semakin memperkuat pelaksanaan program tersebut.

“STBM harus kita gerakkan bersama, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Ini bukan hanya tugas satu perangkat daerah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Program STBM harus kita sukseskan bersama demi KSB yang kita cintai,” tegas Hairul.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat dr. Carlof menyampaikan kesiapan Dinas Kesehatan untuk memperkuat pelaksanaan STBM melalui pengembangan inovasi, edukasi, pendampingan, pemantauan serta koordinasi lintas sektor. Sinergi dengan kecamatan, desa, Puskesmas, Agen Gotong Royong dan unsur terkait menjadi bagian dari penguatan program tersebut.

Melalui KSB Sadar STBM, Pemkab Sumbawa Barat terus mendorong agar lima pilar STBM diterapkan dan dipertahankan dalam kehidupan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Persiapan menuju STBM Award 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh unsur dalam pelaksanaan STBM. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya hidup bersih dan sehat sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat dan bermartabat di Kabupaten Sumbawa Barat.**