Sumbawa Barat, Kanalsumbawa– Pelepasan peserta Program PRIMA Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dijadwalkan ulang setelah lima calon peserta pada pemeriksaan kesehatan tahap kedua dinyatakan tidak memenuhi standar. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB kini menunggu hasil pemeriksaan tambahan untuk memastikan kuota 50 peserta terpenuhi tanpa mengabaikan persyaratan kesehatan.

Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., melalui Kabid Ketenagakerjaan, Nasrullah, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal tersebut dilakukan karena masih ada calon peserta pengganti yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan atau *medical check-up* (MCU).

Pada pemeriksaan tahap pertama, terdapat 34 calon peserta dalam proses, tetapi hanya 33 orang yang menjalani MCU. Satu orang lainnya tidak hadir. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan pada tahap kedua terhadap 18 calon peserta, dengan hasil lima orang dinyatakan belum memenuhi standar kesehatan.

Untuk mengisi kekurangan tersebut, Disnakertrans KSB memanggil 10 orang dari daftar tunggu agar menjalani pemeriksaan tambahan di RSUD Asy-Syifa. Dari 10 orang yang diundang, delapan orang hadir mengikuti pemeriksaan.

Nasrullah mengatakan, hasil MCU tambahan diharapkan keluar pada Sabtu. Hasil tersebut menjadi dasar untuk menetapkan calon peserta yang memenuhi persyaratan dan dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam program.

“Setelah hasilnya keluar, baru diumumkan siapa yang memenuhi syarat MCU untuk bisa diberangkatkan mengikuti pelatihan. Mudah-mudahan lima orang yang dibutuhkan ini bisa terpenuhi,” ujarnya.22/10/26

Ia menegaskan, peserta yang dipanggil dari daftar tunggu merupakan calon peserta yang sebelumnya telah mengikuti wawancara dan proses seleksi. Dengan demikian, pemenuhan kuota tetap mengacu pada hasil seleksi sebelumnya, bukan menambah peserta baru di luar kuota yang telah ditetapkan.

Jika dari delapan orang yang menjalani MCU tambahan masih ada yang tidak memenuhi persyaratan, Disnakertrans KSB akan kembali mengambil calon peserta dari daftar tunggu. Mekanisme ini dilakukan sampai kebutuhan peserta dapat dipenuhi sesuai ketentuan program.

Menurut Nasrullah, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting karena surat keterangan layak dari dokter belum tentu menjamin calon peserta lolos pemeriksaan akhir oleh lembaga penerima. Ada kondisi kesehatan tertentu yang bisa membuat peserta tidak memenuhi persyaratan lembaga tersebut.

“Kami harus memastikan kondisi kesehatan mereka benar-benar memenuhi syarat. Jangan sampai ketika sudah mendekati keberangkatan, ternyata ada yang tidak lolos pemeriksaan akhir. Program bisa terkendala, sementara anggaran daerah sudah dikeluarkan,” jelasnya.

Setelah hasil MCU tambahan dipastikan dan peserta yang memenuhi syarat ditetapkan, pelepasan oleh Bupati KSB direncanakan berlangsung pada Senin. Peserta yang lolos selanjutnya dijadwalkan mengikuti pelatihan selama enam bulan sebelum melanjutkan tahapan program menuju Jepang.(nin-ks)