Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Pencegahan perkawinan anak dan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan masyarakat, tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga edukasi sejak dini. Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membuka ruang kolaborasi bersama Yayasan Bale Para Dita dan Project Hope Indonesia.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pendekatan promotif dan preventif, terutama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan perempuan, anak, dan remaja. Edukasi berbasis komunitas menjadi salah satu pendekatan yang dibahas agar upaya pencegahan dapat menjangkau masyarakat lebih dekat.

Kepala Dikes KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM., mengatakan partisipasi masyarakat menjadi unsur penting dalam mendukung program kesehatan daerah. Menurutnya, keterlibatan komunitas lokal diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program sekaligus memperluas jangkauan manfaatnya.

“Kolaborasi ini harapannya mendukung salah satu pilar KSB Maju, yakni Maju Kesehatan. Sentuhan komunitas lokal dan partisipasi aktif masyarakat menjadi hal penting saat program ini direalisasikan,” ujar Carlof, Kamis (22/10).

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kolaborasi tersebut ialah rencana edukasi mengenai lingkungan yang aman bagi remaja. Yayasan Bale Para Dita bersama Project Hope Indonesia diarahkan untuk menyasar kelompok masyarakat di desa-desa guna membangun pemahaman dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi remaja.

Edukasi ini penting karena pencegahan perkawinan anak membutuhkan pemahaman yang baik dari lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap risiko yang dapat muncul, diharapkan masyarakat dapat ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.

Selain pencegahan perkawinan anak, percepatan penurunan stunting tetap menjadi perhatian Dikes KSB. Persoalan tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar, agar pemahaman mengenai kesehatan ibu dan anak serta pentingnya menjaga tumbuh kembang anak semakin meningkat.

Perhatian juga diberikan pada kesehatan mental perempuan dan anak. Aspek ini menjadi bagian penting dalam kesehatan masyarakat karena kesejahteraan psikologis turut memengaruhi kehidupan individu dan keluarga. Melalui edukasi dan pendampingan yang sesuai, masyarakat diharapkan lebih memahami persoalan tersebut serta mengetahui pentingnya mencari bantuan ketika diperlukan.

Pertemuan lintas sektor yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan KSB menjadi ruang bagi para pihak untuk membahas persoalan kesehatan perempuan dan anak sekaligus peluang memperkuat keterlibatan komunitas. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendekatan yang tidak hanya mengandalkan layanan formal pemerintah.

Ke depan, pendampingan masyarakat secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan warga dalam mengenali berbagai risiko kesehatan sejak dini. Namun, pelaksanaan dan bentuk kegiatan di lapangan tetap perlu disesuaikan dengan program yang disepakati para pihak.

Melalui kolaborasi ini, Dikes KSB berupaya memperluas dukungan terhadap program Maju Kesehatan dengan melibatkan unsur masyarakat dan lembaga mitra. Penguatan edukasi diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendukung pencegahan perkawinan anak, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan perhatian terhadap kesehatan mental perempuan dan anak di Kabupaten Sumbawa Barat.(nin-ks)