MATARAM, Kanalsumbawa — Sebanyak 11 wartawan asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB di Lantai 6 Kantor Bank NTB, Mataram, Jumat-Sabtu (11-12/9/2026).
Dari 11 wartawan KSB yang mengikuti ujian, delapan peserta mengambil jenjang Madya, sedangkan tiga lainnya mengikuti jenjang Utama. Seluruhnya dinyatakan lulus dalam ujian yang diikuti wartawan dari sejumlah daerah di NTB tersebut.
Ketua PWI KSB Hardoni Odon menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih para peserta. Menurutnya, hasil tersebut bukan sekadar pencapaian, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas kerja jurnalistik di Sumbawa Barat.
“Alhamdulillah, seluruh peserta UKW dari PWI KSB dinyatakan kompeten. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme wartawan di Sumbawa Barat,” kata Hardoni.
Ia menegaskan, kompetensi wartawan tidak berhenti setelah memperoleh sertifikat. Kemampuan yang diuji harus diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, mulai dari mencari informasi, melakukan verifikasi, mengolah data, hingga menyajikan berita yang akurat dan berimbang.
“Kelulusan ini jangan hanya dipandang sebagai pencapaian pribadi. Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga marwah pers, menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Hardoni juga mengapresiasi PWI NTB yang telah menyelenggarakan UKW secara mandiri. Ia menyampaikan terima kasih kepada Koordinator Penguji Joko Tetuko, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, bersama seluruh penguji yang telah menjalankan proses ujian.
Secara keseluruhan, UKW PWI NTB kali ini diikuti 54 wartawan dari jenjang Muda, Madya, dan Utama. Dalam laporan penutupan, Djoko Tetuko menyampaikan 52 peserta dinyatakan lulus, sementara dua peserta lainnya belum lulus.
Djoko mengatakan, hasil UKW tidak semata-mata dilihat dari jumlah peserta yang lulus. Ujian tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan wartawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Menurutnya, kemampuan wartawan semakin penting seiring perkembangan dunia pers dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Wartawan tidak hanya dituntut cepat memperoleh informasi, tetapi juga mampu memastikan kebenaran informasi sebelum disampaikan kepada publik.
“UKW ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan wartawan memiliki kompetensi dalam menjalankan profesinya. Kompetensi harus terus dijaga dan dikembangkan, karena tantangan kerja jurnalistik juga terus berubah,” kata Djoko.
Sementara itu, Sekda NTB Abu Chair, Ak dalam sambutannya mengibaratkan wartawan seperti pengemudi yang berada di jalan raya. Setiap pengemudi memiliki tujuan, namun perjalanan menuju tujuan membutuhkan pengetahuan, kecakapan, dan kepatuhan terhadap aturan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Menurut Abu Chair, profesi wartawan memiliki ruang gerak yang luas dalam menjalankan tugas. Kecepatan memperoleh dan menyampaikan informasi harus berjalan bersama ketelitian, tanggung jawab, serta pemahaman terhadap kode etik dan aturan pers.
Ia berharap wartawan yang telah lulus UKW dapat menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk menghasilkan karya jurnalistik berkualitas sekaligus menjaga ruang informasi publik tetap sehat.







