Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — Di tengah riuh sorak penonton dan suara anak panah yang melesat menuju sasaran, ada satu sosok yang lebih banyak memilih diam. Sesekali ia memberikan isyarat tangan, lalu menyampaikan beberapa kalimat singkat kepada atletnya. Namun dari ketenangan itulah lahir sederet prestasi bagi panahan Sumbawa Barat di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026.

Sosok tersebut adalah Yuri Hayashi, pelatih asal Prefektur Aichi, Jepang, yang kini menjadi bagian dari klub Selabora FIKK Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kehadirannya di Lapangan Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang, bukan sekadar mendampingi atlet bertanding, tetapi juga membawa cara pandang baru dalam membina atlet muda.

Hasilnya pun terlihat nyata. Atlet panahan Sumbawa Barat berhasil mengoleksi sembilan medali pada Porprov XII NTB 2026. Capaian itu menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten, dipadukan dengan sentuhan kepelatihan internasional, mampu meningkatkan daya saing atlet daerah.

Di bawah pembinaan Perpani Kabupaten Sumbawa Barat yang dipimpin Hj. Hanipah Musyafirin, proses latihan tidak hanya menitikberatkan pada akurasi melepaskan anak panah. Yuri justru lebih sering mengingatkan atlet untuk mengendalikan pikiran sebelum menarik busur.

Bagi perempuan kelahiran 24 Mei 1999 itu, lawan terbesar seorang atlet bukanlah pesaing di lintasan, melainkan rasa gugup yang muncul saat pertandingan dimulai. Karena itu, ia percaya membangun mental sejak usia dini sama pentingnya dengan melatih teknik.

Perjalanan Yuri sendiri tidak dibangun dari kisah yang selalu mulus. Ia mulai mengenal panahan sejak berusia 10 tahun dan sempat mengikuti seleksi Tim Nasional Jepang saat berusia 17 tahun. Meski gagal lolos ke tahap akhir, pengalaman tersebut justru mengubah arah hidupnya menjadi seorang pelatih.

“Saat itu mental saya belum cukup kuat. Dari pengalaman itu saya ingin membantu atlet-atlet muda agar lebih siap menghadapi tekanan pertandingan,” ujar Yuri.

Kesempatan berbagi pengalaman membawanya ke Indonesia melalui program kerja sama kepelatihan Japan International Cooperation Agency (JICA) pada September 2024. Sejak bergabung dengan Selabora FIKK UNY, Yuri aktif mendampingi pembinaan atlet muda dan terus menanamkan pentingnya disiplin, kesabaran, serta kepercayaan diri.

Porprov XII NTB di Taliwang menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana perpaduan pengalaman internasional dan semangat atlet lokal dapat menghasilkan prestasi. Di balik setiap medali yang diraih, tersimpan proses panjang, latihan yang konsisten, dan sentuhan seorang pelatih yang percaya bahwa keberhasilan dimulai dari kekuatan mental sebelum anak panah dilepaskan menuju sasaran.(**)