Sumbawa Barat, Kanalsumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bekerja di Jepang melalui Program PRIMA (Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia ke Jepang). Program yang mulai dibuka pada 1 Juli 2026 itu tidak hanya menawarkan peluang kerja dengan penghasilan hingga Rp25 juta per bulan, tetapi juga dirancang untuk mencetak wirausahawan muda setelah peserta kembali ke daerah.
Program yang digagas melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat. Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, sebanyak 78 calon peserta telah mengunggah berkas melalui sistem yang disediakan. Dalam pelaksanaannya, Pemkab KSB menggandeng Yayasan Adiluhung Nusantara dan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perkopukadesi).
Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, mengatakan Program PRIMA menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan di sektor pertambangan. Ia menjelaskan, peserta yang lolos seleksi akan menjalani kontrak kerja selama lima tahun di Jepang setelah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan pembekalan.
“Program ini bukan hanya mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang memiliki pengalaman internasional dan siap mandiri ketika kembali ke daerah,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, pemerintah daerah turut memberikan dukungan pembiayaan agar masyarakat tidak terbebani biaya keberangkatan. Dari total kebutuhan sekitar Rp73 juta per peserta, sebesar Rp35 juta ditanggung melalui APBD untuk pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga pendampingan selama bekerja di Jepang.
Sementara itu, sisa biaya sebesar Rp38 juta dipenuhi melalui skema pinjaman perbankan yang digunakan untuk pengurusan dokumen, pemeriksaan kesehatan, paspor, serta tiket keberangkatan. Pemerintah juga memberikan subsidi bunga sehingga peserta hanya berkewajiban membayar cicilan pokok, sehingga biaya awal yang selama ini menjadi kendala dapat diminimalkan.
Program PRIMA terbuka bagi pemuda dan pemudi berusia 18 hingga 26 tahun dengan pendidikan minimal SMA atau sederajat. Selain memenuhi persyaratan administrasi, calon peserta juga wajib memenuhi ketentuan kesehatan dan fisik, termasuk tinggi badan minimal 155 sentimeter bagi perempuan dan 160 sentimeter bagi laki-laki.
Seleksi dilakukan secara terbuka melalui aplikasi. Peserta yang lolos administrasi akan mengikuti pelatihan dasar secara daring selama dua bulan sebagai tahap awal untuk menilai kedisiplinan, komitmen, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan mengikuti proses seleksi berikutnya. Dari seluruh peserta, hanya 50 orang terbaik pada setiap angkatan yang akan diberangkatkan.
Pemerintah menargetkan gelombang pertama peserta dapat berangkat ke Jepang pada April atau Mei 2027 setelah menjalani masa persiapan sekitar sembilan bulan. Selain memperoleh keterampilan teknis dan kemampuan berbahasa, peserta juga akan dibekali pemahaman budaya kerja Jepang, pengelolaan keuangan, serta pembinaan kewirausahaan agar memiliki modal dan kemampuan membangun usaha ketika masa kontrak berakhir. Dengan kuota 50 peserta setiap tahun, Pemkab KSB berharap program ini melahirkan generasi muda berdaya saing global yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di daerah.(Nin-ks)







