Sumbawa Barat, Kanal Sumbawa– Pelatihan peningkatan kompetensi pendidik di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Sejumlah guru mulai membawa metode yang diperoleh selama pelatihan ke ruang kelas dan mencobanya dalam proses belajar mengajar.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud KSB, Abdul Muiz, mengatakan penerapan tersebut menjadi bagian penting dari hasil pelatihan. Menurutnya, guru tidak hanya diharapkan memahami materi, tetapi juga mampu menyesuaikannya dengan kondisi pembelajaran di sekolah.
“Guru langsung mempraktikkan metode yang mereka dapat setelah kembali ke sekolah. Itu yang kami harapkan, sehingga pelatihan tidak berhenti sebagai materi saja,” kata Abdul Muiz, Selasa (22/9/2026).
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah *Joyful Learning*. Guru diajak menggunakan cara pembelajaran yang lebih menyenangkan agar proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi dari guru kepada siswa.
Selain *Joyful Learning*, peserta juga mendapatkan materi *Smart Teaching* dan pengelolaan kelas. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk mencoba pola penyampaian materi yang lebih interaktif sesuai dengan kebutuhan siswa.
Muiz menyebut proses pelatihan juga membuat guru mulai melihat kembali metode yang selama ini digunakan. Dari evaluasi tersebut, peserta menyadari masih ada sejumlah hal yang dapat diperbaiki dalam praktik pembelajaran di kelas.
“Setelah pelatihan ini, para guru tahu bahwa teknik mengajar sebelumnya masih ada kekurangan,” ujarnya.
Program tersebut diikuti 300 guru dari jenjang TK, SD hingga SMP se-KSB. Pelaksanaannya berlangsung selama sembilan hari dan dibagi dalam beberapa tahapan agar materi dapat diberikan sesuai kebutuhan peserta.
Bagi Dikbud KSB, penerapan di sekolah menjadi bagian yang tidak kalah penting dibanding pelaksanaan pelatihannya sendiri. Pengetahuan yang diperoleh guru diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat dibagikan kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing.
Dengan begitu, pelatihan tersebut diharapkan menjadi awal dari perubahan dalam praktik pembelajaran, terutama dalam cara guru menyampaikan materi dan membangun keterlibatan siswa selama proses belajar di kelas.(nin-ks)





