Kanalsumbawa, Sumbawa Barat | Program sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Perum Bulog Kantor Cabang Sumbawa dalam mendukung operasional Kedai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) belum berjalan sepenuhnya sesuai harapan. Pasalnya, Bulog masih memberlakukan sistem pembayaran tunai untuk seluruh pengambilan komoditas pangan oleh KDKMP.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Ruslan Alkadri, S.AP., mengatakan pemerintah daerah sebelumnya berharap Bulog dapat membantu penyediaan stok pangan tanpa pembayaran di muka, khususnya untuk produk MinyaKita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Namun, berdasarkan hasil koordinasi terakhir, seluruh transaksi pengambilan barang tetap wajib dibayar secara tunai sesuai ketentuan internal Bulog.
“Harapan kami Bulog bisa mem-back-up KDKMP, tetapi ternyata tetap harus dibayar cash,” ujar Ruslan, kepada media kanal sumbawa. Selasa (26/5/2026).
Meski belum menerapkan skema pembayaran tempo, Bulog tetap memastikan ketersediaan MinyaKita dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15 ribu per liter. Sementara itu, untuk beras SPHP, KDKMP baru dapat memperoleh stok setelah melakukan pembayaran penuh.
Kondisi tersebut dinilai cukup menjadi tantangan bagi sejumlah KDKMP yang saat ini telah siap beroperasi di wilayah KSB. Pemerintah daerah pun berencana kembali membangun komunikasi dengan pihak Bulog guna mencari pola kerja sama yang lebih fleksibel agar distribusi pangan murah dapat berjalan optimal.
Dinas Koperindag KSB berharap keberadaan KDKMP ke depan tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi desa, memperkuat peran koperasi, serta mempermudah akses warga terhadap pangan dengan harga terjangkau.(Nin-ks)







