Mataram, Kanalsumbawa – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 belum sepenuhnya berjalan tanpa catatan. Sejumlah insiden yang terjadi di beberapa cabang olahraga mendorong Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan evaluasi akan digelar pada Selasa mendatang dengan menghadirkan jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB. Seluruh aspek penyelenggaraan akan dibahas, mulai dari manajemen pertandingan, pelayanan atlet, hingga kesiapan fasilitas olahraga.

Iqbal menegaskan evaluasi tersebut bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan memastikan setiap kelemahan yang muncul selama Porprov tidak kembali terulang saat NTB menjadi tuan rumah bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) pada PON 2028.

“Selasa nanti kita lakukan evaluasi. Kalau masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan, itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Semua harus menjadi bahan perbaikan agar PON 2028 dapat berlangsung sebaik mungkin,” kata Iqbal usai menutup Porprov XII NTB di GOR Turida, Kota Mataram, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, Porprov merupakan simulasi penting bagi NTB sebelum menghadapi event olahraga nasional. Karena itu, berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan justru harus dibaca sebagai bahan pembelajaran untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan, bukan sekadar dipandang sebagai kegagalan.

Iqbal optimistis NTB mampu menjadi tuan rumah PON yang profesional. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari peningkatan kualitas atlet melalui program pemusatan latihan daerah (Pelatda), pembenahan sistem penyelenggaraan, hingga peningkatan standar venue pertandingan.

Ia juga mengungkapkan pemerintah pusat telah menyatakan komitmennya mendukung renovasi sejumlah fasilitas olahraga yang akan digunakan pada PON 2028. Salah satu yang menjadi perhatian ialah GOR Turida yang dinilai masih membutuhkan peningkatan agar memenuhi standar nasional.

“Kita tidak membangun venue baru. Fokusnya adalah memperbaiki fasilitas yang sudah ada supaya memenuhi standar penyelenggaraan PON. Targetnya seluruh venue siap digunakan pada 2028,” ujarnya.

Selain pembenahan infrastruktur, Pemprov NTB juga akan mempercepat pembentukan Pengurus Besar (PB) PON NTB sebagai langkah awal memperkuat koordinasi persiapan menuju pesta olahraga nasional tersebut.

Di sisi lain, Ketua KONI NTB Mori Hanafi menilai pelaksanaan Porprov XII secara umum tetap berlangsung sukses meski diwarnai sejumlah insiden yang menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia menjelaskan, dari lebih dari 6.000 pertandingan yang digelar selama Porprov, hanya beberapa pertandingan yang mengalami persoalan, di antaranya pada cabang olahraga bola voli, pencak silat, BMX, dan drum band.

“Dari lebih 6.000 pertandingan, yang bermasalah hanya beberapa. Tidak adil jika hanya karena tiga atau empat pertandingan kemudian seluruh Porprov dinilai gagal,” tegas Mori.

Meski demikian, Mori mengakui masih terdapat kekurangan pada aspek pelayanan medis, transportasi, dan akomodasi atlet. Seluruh catatan tersebut, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi agar kualitas penyelenggaraan event olahraga di NTB semakin baik pada masa mendatang.

Porprov XII NTB sendiri resmi berakhir dengan Kota Mataram kembali keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 200 medali emas. Capaian itu sekaligus memperpanjang dominasi Kota Mataram dengan meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, sementara perhatian pemerintah kini mulai bergeser pada agenda yang lebih besar, yakni memastikan NTB siap menyelenggarakan PON 2028 dengan standar yang lebih baik.**