Sumbawa Barat, Kanalsumbawa— Sejumlah posisi di sektor perhotelan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih diisi tenaga kerja dari luar daerah. Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, terutama untuk mengisi kebutuhan housekeeping, frontliner hingga laundry operator.

Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) KSB, Randi Darmansyah, S.IP., mengatakan kebutuhan tersebut diketahui melalui komunikasi dengan asosiasi pengusaha hotel. Dari komunikasi itu, terdapat sejumlah posisi yang masih membutuhkan tenaga kerja.

“Untuk perhotelan, terutama housekeeping, frontliner, dan laundry operator. Banyak yang membutuhkan tenaga untuk posisi itu. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka masih mengambil tenaga kerja dari luar daerah,” kata Randi. 14/9/26

Menurut Randi, kondisi tersebut menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan masyarakat KSB. Kebutuhan yang disampaikan dunia usaha menjadi dasar bagi BLK untuk menyesuaikan pelatihan dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.

Salah satu pelatihan yang tengah disiapkan adalah housekeeping. Program tersebut, kata Randi, disiapkan setelah adanya permintaan dari asosiasi pengusaha hotel yang membutuhkan tenaga kerja dalam waktu dekat.

“Seharusnya tahun ini sudah cukup, tetapi karena ada permintaan dari asosiasi pengusaha hotel, mereka menyampaikan bahwa membutuhkan tenaga kerja segera. Jadi, kenapa tidak kita respons,” ujarnya.

Randi menjelaskan, pelatihan tersebut nantinya tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di industri perhotelan. Dengan begitu, peserta memiliki bekal yang lebih relevan ketika mencari pekerjaan.

“Jadi, setelah pelatihan itu mereka tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk bisa langsung masuk ke dunia kerja sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Meski peluang kerja cukup terbuka, Randi menyebut kesiapan calon tenaga kerja lokal juga menjadi tantangan. Pekerjaan seperti housekeeping*dan frontliner membutuhkan kemauan peserta untuk ditempatkan sesuai kebutuhan industri.

“Posisinya nanti housekeeping atau frontliner. Tinggal bagaimana anak-anak kita mau ditempatkan di posisi mana. Padahal, sebenarnya peluang kerja di sini cukup besar,” ungkap Randi.

Upaya BLK KSB menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja juga terlihat dari jumlah pelatihan yang dijalankan tahun ini. Hingga saat ini, jumlahnya telah mencapai sekitar 20 kelas, meningkat dibandingkan 2025 yang berada di kisaran tiga hingga empat kelas.

Di sisi lain, minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan juga cukup tinggi. Randi menyebut jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 700 orang, sementara kapasitas peserta yang dapat diakomodasi masih berada di kisaran 200-an orang.

Besarnya minat tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan keterampilan kerja masih tinggi. Di tengah kondisi itu, kebutuhan tenaga perhotelan yang masih dipenuhi dari luar daerah menjadi salah satu ruang bagi BLK KSB untuk mendorong kesiapan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan industri.(Nin-Ks)