SUMBAWA BARAT, Kanalsumbawa– Pemilihan kepala desa dengan sistem elektronik mulai diuji di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Desa Goa, Kecamatan Jereweh, menjadi lokasi simulasi electronic voting (e-voting) yang dipantau langsung Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si.
Dalam simulasi tersebut, warga mengikuti tahapan pemilihan menggunakan perangkat elektronik, mulai dari verifikasi identitas dengan KTP elektronik hingga pemberian suara di bilik e-voting. Setelah pemungutan suara, sistem melakukan penghitungan secara otomatis sehingga hasilnya dapat diketahui dalam waktu singkat.
Bupati Amar meninjau langsung setiap tahapan untuk melihat kesiapan penggunaan teknologi dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Menurutnya, e-voting didorong untuk mengurangi potensi kecurangan sekaligus mempercepat proses rekapitulasi suara.
“E-Voting ini kita dorong untuk menghindari kecurangan, mempercepat rekapitulasi, dan memastikan Pilkades berjalan jujur dan adil. Desa Goa kita jadikan percontohan kesiapan teknologi,” ujar Amar.
Ia juga menekankan pentingnya simulasi agar masyarakat memahami cara menggunakan sistem tersebut sebelum hari pemilihan. Pemilih lanjut usia dan pemilih pemula menjadi perhatian agar mereka tidak kesulitan mengikuti proses pemungutan suara secara elektronik.
Dalam pemantauan itu, Amar didampingi perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Camat Jereweh, serta Penjabat (Pj) Kepala Desa Goa, Arif Rahman Hakim, S.Pd., M.Pd.
Arif mengatakan partisipasi warga dalam simulasi cukup tinggi. Panitia Pilkades juga telah menyiapkan perangkat, jaringan, serta petugas untuk mendukung pelaksanaan pemilihan menggunakan sistem elektronik.
Penggunaan e-voting mengubah proses penghitungan suara yang biasanya dilakukan secara manual menjadi penghitungan otomatis. Mekanisme ini diharapkan dapat mempercepat rekapitulasi dan mengurangi potensi persoalan dalam proses penghitungan.
Meski demikian, kesiapan perangkat dan pemahaman masyarakat tetap menjadi bagian penting agar sistem dapat digunakan dengan baik. Karena itu, simulasi menjadi kesempatan bagi warga dan panitia untuk mengenali alur pemilihan sebelum pelaksanaan sebenarnya.
Desa Goa kini menjadi percontohan kesiapan teknologi untuk Pilkades di KSB. Simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sistem pemilihan elektronik kepada masyarakat dan menjadi bahan pembelajaran bagi desa lain yang akan menerapkan mekanisme serupa.(Nin-ks)







