Sumbawa Barat, Kanalsumbawa — RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat melakukan pemetaan kebutuhan layanan kesehatan berdasarkan data rujukan pasien. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui jenis layanan spesialis yang paling mendesak untuk diperkuat di rumah sakit daerah tersebut.

Pemetaan dilakukan dengan melihat rekapitulasi pasien yang harus dirujuk keluar daerah selama ini. Dari data tersebut, manajemen dapat melihat pola penyakit dan kebutuhan dokter spesialis yang belum tersedia di RSUD Asy-Syifa.

Direktur RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., mengatakan pemetaan menjadi dasar pengambilan kebijakan pengembangan layanan. Tujuannya agar lebih banyak kasus bisa ditangani langsung di Sumbawa Barat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.

Menurut Andy, angka rujukan keluar di RSUD Asy-Syifa saat ini masih berada pada kisaran 3 hingga 5 persen dari total kunjungan rumah sakit. Angka tersebut dinilai masih terkendali, namun tetap menjadi perhatian manajemen untuk ditekan.

Ia merinci, pasien yang dirujuk keluar umumnya adalah pasien yang membutuhkan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) yang belum ada di RSUD Asy-Syifa. Sejumlah kasus yang selama ini masih dirujuk antara lain kasus patah tulang, urologi, dan kanker.

“Kalau terkait rujukan keluar, memang angkanya itu masih di kisaran 3 sampai 5 persen dari jumlah kunjungan rumah sakit. Pasien-pasien yang dirujuk itu adalah pasien yang tidak punya spesialis di sini. Misalnya kasus patah tulang, kasus urologi, kasus kanker. Itu semuanya tidak ada DPJP-nya di sini,” kata Andy.

Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi menyeluruh oleh manajemen. Evaluasi tidak hanya melihat jumlah rujukan, tetapi juga mengklasifikasikan jenis rujukan, baik untuk kasus emergency maupun non-emergency.

Dari hasil evaluasi tersebut, rumah sakit akan menentukan skala prioritas layanan. Kebutuhan dokter spesialis akan disesuaikan dengan kondisi pelayanan yang paling sering menyebabkan rujukan.

“Nah, ini menjadi perhatian kami dari angka-angka rujukan selama ini, baik rujukan emergency ataupun non-emergency. Kita akan memprioritaskan kira-kira tahun depan itu layanan mana saja yang sudah harus ada spesialisnya,” ujarnya.

Dengan pemetaan ini, RSUD Asy-Syifa berharap pengembangan layanan menjadi lebih tepat sasaran. Tidak hanya menambah dokter, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan pasien di Kabupaten Sumbawa Barat.

Manajemen juga berharap, langkah pemetaan ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di RSUD Asy-Syifa. Sebab semakin lengkap spesialis, semakin sedikit pasien yang harus menempuh jarak jauh untuk berobat.(nin-ks)