SEMBALUN, Kanalsumbawa — Cerita tentang teknologi, lingkungan, hingga perjuangan masyarakat membangun kehidupan menjadi bagian dari kompetisi jurnalistik Cerita Sasambo AMMAN 2026. Sebanyak 277 karya dari 111 jurnalis bersaing dalam ajang yang tahun ini untuk pertama kalinya diperluas ke tingkat nasional.

Pengumuman para pemenang berlangsung dalam malam penganugerahan di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (9/10/2026). Di kaki Gunung Rinjani, para jurnalis dari berbagai daerah berkumpul untuk merayakan karya yang merekam beragam cerita di balik industri pertambangan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, kompetisi yang digelar PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) ini menghadirkan persaingan yang lebih luas. Jurnalis tidak hanya datang dari Nusa Tenggara Barat (NTB), tetapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia dengan membawa sudut pandang dan cara bertutur masing-masing.

Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana ( Tengah } bersama para juri Kenduri Sasambo 2026

Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengirimkan karya dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, setiap karya memiliki kontribusi dalam memperkaya informasi publik tentang dinamika industri pertambangan.

“Tahun ini kami melihat antusiasme yang luar biasa dari rekan-rekan jurnalis baik di wilayah NTB maupun nasional dengan ratusan karya jurnalistik masuk ke tahap penjurian,” ujar Kartika.

Ragam karya yang bersaing menunjukkan bahwa cerita pertambangan tidak berhenti pada aktivitas produksi atau kecanggihan teknologi. Di baliknya, ada persoalan lingkungan, pengembangan ekonomi, peningkatan keterampilan masyarakat, hingga perubahan kehidupan yang turut menjadi perhatian para jurnalis.

Di tingkat nasional, misalnya, artikel tentang perubahan kebutuhan tembaga akibat perkembangan kecerdasan buatan menjadi salah satu karya pemenang kategori Inovasi dan Teknologi. Sementara pada kategori Keberlanjutan, Dampak Sosial, dan Lingkungan, kisah perjalanan anak-anak Sumbawa Barat mengejar mimpi di panggung sepak bola berhasil meraih peringkat pertama.

Cerita dari daerah juga memberikan warna tersendiri. Di wilayah Sumbawa Barat, karya-karya yang mendapat penghargaan mengangkat beragam isu, mulai dari penerapan kecerdasan buatan di industri pertambangan, perkembangan smelter, pengelolaan sampah, hingga upaya menjaga kelestarian hutan dan menumbuhkan harapan masyarakat Talonang.

Kisah-kisah tersebut memperlihatkan bagaimana isu besar dapat diceritakan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Teknologi tidak semata dibahas sebagai mesin dan sistem, sedangkan keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga menyangkut manusia dan masa depan penghidupan mereka.

Kartika menilai, kekuatan karya jurnalistik terletak pada ketekunan menggali informasi dan kemampuan menyampaikan persoalan dari sudut pandang yang lebih manusiawi.

“Melalui ketekunan dalam menggali informasi dan kekuatan dalam merangkai cerita, para peserta telah menghadirkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga membantu publik melihat berbagai isu melalui sudut pandang yang lebih dekat dan manusiawi,” katanya.

Malam penganugerahan di Sembalun menjadi penutup rangkaian Cerita Sasambo 2026. Namun, cerita yang telah dipublikasikan para jurnalis diharapkan terus hidup di ruang publik, membuka percakapan tentang teknologi, lingkungan, pertumbuhan ekonomi, serta hubungan industri dengan masyarakat.

Pada akhirnya, kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang penghargaan. Lebih dari itu, Cerita Sasambo menjadi ruang bagi jurnalis untuk menunjukkan bahwa di balik industri pertambangan, ada banyak kisah manusia yang layak didengar dan dipahami.**